Kompas.com - 10/11/2020, 19:10 WIB

Asep menuturkan, saat ini terdapat sejumlah fasilitas penunjang yang ada di TMPN Kalibata. Beberapa di antaranya adalah gedung serbaguna yang mampu menampung lebih kurang 500 orang, dan ruang transit.

“Ada beberapa ruangan, ada tembok yang berisi nama-nama siapa saja yang meninggal dan dikuburkan di sana,” ujar Asep.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Kompas.com, Kamis, (10/9/2020), tidak sembarangan orang bisa dimakamkan di TMPN Kalibata.

Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, syarat seseorang berhak dimakamkan di TMPN Kalibata sudah diatur.

Baca juga: Situ Bagendit di Garut Bakal Punya 6 Zona Wisata, Apa Saja?

Syarat tersebut pun diperjelas dengan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Untuk mengetahui lebih lanjur, berikut syarat seseorang bisa dimakamkan di TMPN Kalibata yang telah Kompas.com rangkum:

  • Warga negara telah memiliki Gelar Pahlawan Nasional
  • Warga negara telah memiliki Bintang Republik Indonesia
  • Warga negara telah memiliki Bintang Mahaputera
  • Warga negara telah memiliki Bintang Gerilya

Namun, Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial (K2KRS) Joko Irianto menjelaskan, pemilik tanda atau gelar mengajukan permohonan terlebih dahulu untuk dimakamkan.

“Mengajukan ke Garnisun, merekalah yang mengeluarkan izin. Kami hanya memfasilitasi tempat saja,” katanya, Kamis.

Baca juga: Wisata Pasar Terapung Banjarmasin Akan Dibuka Lagi

Beberapa orang yang dimakamkan di TMPN Kalibata adalah pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama, Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie, dan Jenderal Ahmad Yani.

Bagi masyarakat biasa yang ingin walking tour keliling TMPN Kalibata, Asep mengatakan bahwa mereka bisa melakukannya.

“Kalau ada izin ke Garnisun dan Kemensos, mereka boleh walking tour,” pungkas Asep.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.