Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/11/2020, 08:38 WIB


KOMPAS.com – Setelah tutup akibat pandemi Covid-19, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) akhirnya membuka kembali atraksi Sendratari Ramayana dan Legenda Roro Jonggrang di Candi Prambanan mulai Desember 2020.

General Manager Teater Pentas Ramayana Chrisnamurti Adiningrum mengatakan bahwa pertunjukkan sendratari akan digelar dua kali dalam seminggu.

Sendratari Ramayana akan dilakukan setiap hari Jumat dan Sendratari Legenda Roro Jonggrang akan dilakukan setiap hari Sabtu.

Baca juga: Raja Belanda ke Candi Prambanan, Ini Panduan Nonton Sendratari Ramayana Prambanan

Pertunjukkan digelar di Gedung Trimurti dengan keadaan panggung terbuka dan pelaksanaan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Kami sudah mendapat sertifikat protokol kesehatan. Ada aturan protokol juga untuk karyawan, penari, dan pengunjung. Sertifikasi CHSE barusan selesai dan dapat skor sempurna 100,” kata Chrisnamurti ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (26/11/2020).

Beberapa protokol kesehatan yang berlaku di antaranya adalah pengukuran suhu oleh petugas sebelum masuk. Lalu untuk pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat celsius tidak akan diizinkan masuk. Jika sudah terlanjur membeli tiket maka akan diberi refund.

Sendratari Ramayana berdasarkan kisah Ramayana pada relief Candi Prambanan.SHUTTERSTOCK/ALEKSANDAR TODOROVIC Sendratari Ramayana berdasarkan kisah Ramayana pada relief Candi Prambanan.

Pihak TWC juga menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, dan bilik disinfektan. Tak itu saja, para penari untuk pertunjukkan diwajibkan untuk menggunakan face shield.

“Kursi yang dijual hanya nomor ganjil saja untuk physical distancing,” tutur Chrisnamurti.
Artinya, setiap pertunjukkan hanya akan bisa menampung maksimal 250 penonton.

Chrisnamurti juga menyebut bahwa ada beberapa penyesuaian lain untuk menjaga pertunjukkan tetap aman. Yakni aktivitas foto bersama penari bisa jadi disederhanakan atau bahkan ditiadakan. Hal tersebut masih dalam proses diskusi lebih lanjut.

Jumlah penari pun nantinya akan disesuaikan. Tidak sebanyak biasanya, sehingga pertunjukkan tidak lagi terlalu kolosal.

Baca juga: Kuota Wisatawan Candi Prambanan Akan Ditambah, 7.000 Orang per Hari

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Main ke Boemisora Semarang, Bisa Belanja 2 Oleh-oleh Ini

Main ke Boemisora Semarang, Bisa Belanja 2 Oleh-oleh Ini

Jalan Jalan
Pelayaran Rute Kepri-Kalbar Kini hanya 24 Jam Pakai Kapal Roro Terbaru

Pelayaran Rute Kepri-Kalbar Kini hanya 24 Jam Pakai Kapal Roro Terbaru

Travel Update
Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Travel Tips
Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Travel Update
Aturan Bea Cukai yang Perlu Diketahui Saat Pulang dari Luar Negeri

Aturan Bea Cukai yang Perlu Diketahui Saat Pulang dari Luar Negeri

Travel Tips
Cap Go Meh di Bogor Digelar Hari Ini, Catat 6 Tips Berkunjung Berikut

Cap Go Meh di Bogor Digelar Hari Ini, Catat 6 Tips Berkunjung Berikut

Travel Tips
Panduan Lengkap Wisata ke Boemisora di Kabupaten Semarang

Panduan Lengkap Wisata ke Boemisora di Kabupaten Semarang

Travel Tips
Asyiknya Olahraga Sambil Nongkrong di Lapangan Sempur Bogor

Asyiknya Olahraga Sambil Nongkrong di Lapangan Sempur Bogor

Travel Promo
Wapres Ma’ruf Amin: Wisata Halal Ada di China dan Korea Selatan

Wapres Ma’ruf Amin: Wisata Halal Ada di China dan Korea Selatan

Travel Update
Penutupan Pekan Budaya Tionghoa 2023, Malioboro Dipadati Ribuan Pengunjung

Penutupan Pekan Budaya Tionghoa 2023, Malioboro Dipadati Ribuan Pengunjung

Travel Update
Jangan Salah, Wisata Halal dan Wisata Religi Ternyata Beda

Jangan Salah, Wisata Halal dan Wisata Religi Ternyata Beda

Travel Update
Surabaya Punya Lebih dari 900 Taman, Bisa Jadi Tempat Main Anak

Surabaya Punya Lebih dari 900 Taman, Bisa Jadi Tempat Main Anak

Travel Update
Situ Cipondoh, Sydney Opera House-nya Tangerang yang Harus Dijaga

Situ Cipondoh, Sydney Opera House-nya Tangerang yang Harus Dijaga

Jalan Jalan
Cara Menghitung Pajak Barang Bawaan dari Luar Negeri, Cek Simulasinya

Cara Menghitung Pajak Barang Bawaan dari Luar Negeri, Cek Simulasinya

Travel Tips
Cara Daftar dan Dokumen Apa Saja yang Diperlukan untuk Bikin Visa Jepang

Cara Daftar dan Dokumen Apa Saja yang Diperlukan untuk Bikin Visa Jepang

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+