Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/12/2020, 18:58 WIB


KOMPAS.com – Chuseok merupakan salah satu perayaan terbesar di Korea Selatan selain Seollal dan Dano.

Dilansir dari Korea Online Visa, Chuseok jadi perayaan untuk hari panen musim gugur dan juga menghormati anggota keluarga yang lebih tua.

Chuseok juga sering disebut sebagai hari raya Thanksgiving ala Korea dan jadi salah satu hari libur paling penting di sana.

Baca juga: 10 Restoran dan Kafe pada Drama Korea The World of the Married, Simpan untuk Liburan Nanti

Seperti dilansir dari Visit Korea, banyak keluarga yang berkumpul untuk hari raya ini. Entah berada jauh atau dekat, mereka akan berkumpul untuk berbagi makanan dan cerita, juga untuk berterima kasih pada leluhur.

Di tahun 2020 ini, hari raya Chuseok jatuh pada 1 Oktober. Hari libur nasionalnya mulai dari 30 September–2 Oktober 2020.

Arti Chuseok

Chuseok sering pula disebut sebagai hangawi. “Han” memiliki arti “besar”, sementara “gawo” punya arti “hari tengah di bulan kedelapan atau musim gugur”.

Berdasarkan kalender bulan, bulan panen atau bulan terbesar dalam setahun akan muncul pada hari kelima belas di bulan kedelapan.

Tradisi dan budaya Chuseok

Dalam perayaan ini, orang-orang Korea biasa membawa hadiah untuk keluarga mereka dan untuk menghormati leluhur.

Mereka pulang ke rumah orangtua mereka biasanya dengan menggunakan pakaian tradisional hanbok. Hadiah-hadiah yang biasa dibawa ke rumah, seperti ginseng, daging, ikan, buah, dan minyak jadi simbol aliran sehat, baik dalam hidup maupun pekerjaan.

Charyesang, meja tempat makanan untuk upacara peringatanDok. Visit Korea Charyesang, meja tempat makanan untuk upacara peringatan

Putra atau putri tertua dalam rumah tangga Korea akan mempersiapkan meja dan jamuan makan yang terdiri dari banyak makanan khas Korea untuk disajikan pada orang-orang yang lebih tua.

Mereka kemudian membungkuk untuk menghormati leluhur dan mengucapkan doa untuk kesehatan dan kehidupan yang makmur sebelum duduk untuk makan bersama.

Di pagi hari perayaan Chuseok, anggota keluarga berkumpul di rumah untuk mengadakan upacara peringatan (charye) untuk menghormati leluhur. Upacara formal charye diadakan dua kali dalam setahun, yakni ketika Seollal dan Chuseok.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Thanksgiving, Sudah Ada Sejak Tahun 1600-an

Dalam upacara charye yang diadakan saat Chuseok, beberapa hal dipersiapkan, seperti beras yang baru dipanen, alkohol, dan songpyeon (kue beras berbentuk setengah bulan) untuk diberikan sebagai persembahan dan rasa hormat kepada leluhur keluarga.

Setelah upacara, anggota keluarga kemudian duduk bersama di meja dan menikmati makanan yang lezat.

Tradisi Chuseok lainnya adalah seongmyeo (kunjungan ke makam keluarga). Tradisi ini sangat kuno tapi masih dilakukan sebagai tanda rasa hormat dan apresiasi kepada leluhur keluarga.

kuartet perkusi tradisional koreaDok. Visit Korea kuartet perkusi tradisional korea

Dalam proses seongmyeo, anggota keluarga membersihkan rumput liar yang ada di sekitar makam serta memberi hormat pada sang leluhur dengan upacara penghormatan sederhana.

Perayaan ini memungkinkan orang-orang Korea untuk mengekspresikan rasa terima kasih dan apresiasi mereka tidak hanya pada keluarga tapi juga orang-orang di sekitar.

Permainan tradisional Chuseok

Chuseok merupakan perayaan panen dan kelimpahan. Periode hari raya ini dibuat begitu menyenangkan dengan berbagai hiburan dan permainan rakyat, seperti samulnori (kuartet perkusi tradisional) dan talchum (tari topeng).

Ada pula ganggangsullae (tari lingkaran khas Korea) serta ssireum (gulat tradisional Korea).
Ganggangsullae ditampilkan saat Jeongwol Daeboreum atau perayaan hari kelima belas dalam kalender bulan pertama, serta saat Chuseok.

Dalam tarian ini, para wanita memakai hanbok atau pakaian tradisional Korea. Mereka bergandengan tangan dan membentuk lingaran besar dan bernyanyi bersama di malam hari saat bulan purnama pertama, serta saat Chuseok.

Ada beberapa kisah soal asal usul ganggangsullae. Salah satu yang paling terkenal mengatakan bahwa tarian ini sudah ada sejak dinasti Joseon (1392-1910) ketika tentara Korea biasa membuat wanita muda di desa untuk menggunakan seragam militer.

Baca juga: 6 Destinasi Wisata di Korea Selatan, Tempat Syuting Crash Landing On You

Para wanita tersebut kemudian diminta untuk mengitari gunung-gunung untuk memberikan tampilan bahwa militer Korea berjumlah jauh lebih besar dari pada sebenarnya.

Untuk memberi rasa takut pada musuh. Militer Korea akhirnya mengalami banyak kemenangan akibat strategi ini.

Hiburan rakyat lainnya, ssireum, adalah gulat satu lawan satu yang membutuhkan kekuatan dan keahlian dan dilakukan di lapangan pasir berbentuk bulat.

Makanan khas Chuseok

Berbagai jenis makanan biasa ditemukan saat Chuseok. Alasannya untuk merayakan panen yang berlimpah di tahun itu.

Salah satu makanan paling penting yang merepresentasikan Chuseok adalah songpyeon. Songpyeon dibuat dari tepung beras yang diuleni hingga berbentuk lebih kecil dari bola golf.

songpyeon merupakan bola-bola yang terbuat dari tepung beras dengan isian biji wijen, kacang merah, kastanye dengan daun pinus sebagai aromaDok. Visit Korea songpyeon merupakan bola-bola yang terbuat dari tepung beras dengan isian biji wijen, kacang merah, kastanye dengan daun pinus sebagai aroma

Kemudian adonan tersebut diisi dengan biji wijen, kacang, kacang merah, kastanye, dan bahan lainnya.

Adonan tersebut lalu dikukus. Saat proses pengukusan, songpyeon dilapisi dengan jarum pinus untuk memberikan aroma pinus yang menyegarkan.

Sudah jadi tradisi turun temurun untuk seluruh keluarga membuat songpyeon bersama di malam hari sebelum perayaan Chuseok.

Baca juga: Haslla Art World, Museum Sekaligus Hotel Hits di Korea

Anekdot kuno Korea mengatakan orang yang membuat songpyeon dengan bentuk cantik akan memiliki bayi yang cantik.

Selain songpyeon, beberapa makanan ala Chuseok lainnya adalah alkohol dan jeon atau pancake Korea. Jeon dibuat dari ikan dan daging merah yang diiris lalu dicampur dengan sayuran dan digoreng sebentar dalam adonan tepung terigu serta telur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Obelix Village, Wisata Baru di Sleman dengan Banyak Spot Foto Instagramable

Obelix Village, Wisata Baru di Sleman dengan Banyak Spot Foto Instagramable

Jalan Jalan
3 Penginapan Dekat Resto Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul, Dekat Pantai

3 Penginapan Dekat Resto Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul, Dekat Pantai

Jalan Jalan
4 Tips Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Pilih Waktu yang Tepat

4 Tips Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Pilih Waktu yang Tepat

Travel Tips
Panduan Wisata ke Restoran Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul

Panduan Wisata ke Restoran Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul

Travel Tips
Bulan Larangan, Kawasan Badui Dalam Tertutup untuk Wisatawan

Bulan Larangan, Kawasan Badui Dalam Tertutup untuk Wisatawan

Travel Update
Imlek 2023, Tingkat Hunian Hotel di Kalimantan Barat Naik 85 Persen

Imlek 2023, Tingkat Hunian Hotel di Kalimantan Barat Naik 85 Persen

Travel Update
8 Hotel Murah Dekat Keraton Surakarta, Cuma Rp 200.000-an Per Malam 

8 Hotel Murah Dekat Keraton Surakarta, Cuma Rp 200.000-an Per Malam 

Jalan Jalan
Semesta's Gallery di Jakarta Selatan: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Rute

Semesta's Gallery di Jakarta Selatan: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Rute

Travel Tips
Pengalaman Menjajal Skywalk Kebayoran Lama, Tidak Sampai 10 Menit

Pengalaman Menjajal Skywalk Kebayoran Lama, Tidak Sampai 10 Menit

Travel Update
5 Ide Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Depan Jendela Besar

5 Ide Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Depan Jendela Besar

Travel Tips
Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang Gelar Wayang Potehi Setiap Hari

Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang Gelar Wayang Potehi Setiap Hari

Travel Update
Art Jakarta Gardens 2023 Akan Digelar mulai 7 Februari

Art Jakarta Gardens 2023 Akan Digelar mulai 7 Februari

Travel Update
Syarat WNA Masuk Indonesia, Bisa Ajukan Lewat Molina

Syarat WNA Masuk Indonesia, Bisa Ajukan Lewat Molina

Travel Update
3 Situs Masuk Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah UNESCO

3 Situs Masuk Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah UNESCO

Travel Update
Jadi Lokasi Syuting The Last of Us, Ini 5 Pesona Taman Nasional Danau Waterton

Jadi Lokasi Syuting The Last of Us, Ini 5 Pesona Taman Nasional Danau Waterton

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+