Kompas.com - 02/01/2021, 09:27 WIB

KOMPAS.com - Direktur Operasional PT Angkasa Pura I (AP I) Wendo Asrul Rose menegaskan, saat ini seluruh bandara AP I masih belum melayani penerbangan internasional reguler terjadwal.

“Untuk pembukaan bandara-bandara internasional, termasuk AP I masih menunggu kebijakan dari pemerintah, dalam hal ini Departemen Luar Negeri, Kemenkes, Kemenkumham, dan Pariwisata,” kata dia.

Pernyataan tersebut Wendo sampaikan dalam konferensi pers virtual “Update Angkutan Nataru 2020-2021”, Rabu (30/12/2020).

Adapun, penerbangan internasional reguler terjadwal hanya tersedia di Bandara Soekarno Hatta. Bandara I Gusti Ngurah Rai juga masih melakukan rute penerbangan internasional secara terbatas.

Baca juga: Benarkah Bali Akan Sambut Wisman pada 1 Desember 2020?

Selain itu, pintu masuk Indonesia yang terletak di Bali tersebut juga saat ini masih dalam tahap persiapan jika rute penerbangan internasional reguler terjadwal diizinkan untuk dibuka kembali di sana.

“Perlu diketahui tanggal 15 Desember 2020 kemarin sudah dilakukan kunjungan empat menteri untuk proses persiapan penerbangan terjadwal di Ngurah Rai,” ujar Wendo.

Untuk bandara lainnya, menurut dia masing-masing akan dilihat terlebih dahulu kesiapannya seperti apa.

Meski sudah dinyatakan siap, pembukaan tidak akan dilakukan secara serentak, melainkan bertahap. Pemerintah juga akan memastikan bahwa warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia dalam posisi yang benar-benar aman.

Penerbangan internasional sangat dibatasi

Seluruh penerbangan internasional di bandara-bandara Indonesia dibatasi berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Melalui Permenkumham tersebut, hanya WNA yang melakukan perjalanan bisnis saja yang diizinkan memasuki wilayah Indonesia.

Sunset di Bandara Ngurah RaiShutterstock/I Gede Arya Wisnu Karsana Sunset di Bandara Ngurah Rai

Sementara bagi wisatawan mancanegara (wisman), hingga saat ini mereka masih dilarang memasuki Nusantara.

Tidak hanya itu, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengumumkan bahwa WNA dari seluruh negara dilarang memasuki Nusantara pada 1-14 Januari 2021.

Baca juga: Pemerintah Akan Larang WNA Masuk RI, Simak Aturannya Berikut Ini

Namun, aturan tersebut memiliki pengecualian untuk kunjungan setingkat menteri atau jabatan di atasnya, serta WNA pemegang visa diplomatik dan dinas.

Pemegang izin tinggal diplomatik, izin tinggal dinas, kartu izin tinggal terbatas (KITAS), dan kartu izin tinggal tetap (KITAP) pun masuk dalam pengecualian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.