Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/01/2021, 22:05 WIB

KOMPAS.com – Penerbangan internasional reguler terjadwal saat ini hanya tersedia di Bandara Soekarno Hatta.

Sementara untuk bandara lain termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai, penerbangan internasional masih sangat terbatas dan hanya melayani penerbangan charter.

Khusus untuk Bali, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (AP I) Devy Suradji mengatakan bahwa penumpang yang datang bukan untuk melakukan perjalanan bisnis.

“Saat ini dari Cengkareng karena orang ke Bali tidak untuk perjalanan bisnis tapi leisure. Saat perjalanan leisure dibuka, Bali siap menampung kedatangan wisatawan mancanegara (wisman),” ujarnya.

Pernyataan tersebut dia tuturkan dalam konferensi pers virtual “Update Angkutan Nataru 2020-2021”, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Pemerintah Akan Larang WNA Masuk RI, Simak Aturannya Berikut Ini

Devy melanjutkan, secara infrastruktur Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah siap untuk dijadikan sebagai pintu masuk perjalanan wisata internasional bahkan jika ada arahan untuk dibuka pada 1 Januari 2021.

Selain memiliki layanan rapid test antibodi dan rapid test antigen, pihaknya juga telah menyiapkan layanan swab PCR.

“Kalau vaksin, tentu semua diregulasi Kementerian Kesehatan bagaimana aturannya, tapi tujuan AP I adalah mempermudah semua layanan,” tuturnya.

Baca juga: Turkish Airlines Batal Terbang Reguler ke Bali, Dirut AP1: Fokus Domestik

Pergerakan transportasi udara di Bali merosot

Selama periode 18-29 Desember 2020, Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengungkapkan bahwa 15 bandara yang dikelolanya telah mengangkut 1.230.448 penumpang.

Pada kesempatan yang sama, dia mengatakan bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar lima persen dari 97.526 penumpang pada periode 1-15 Desember.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Faik, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar berhasil mencatat 259.418 penumpang yang diangkut pada periode tersebut.

Baca juga: Libur Akhir Tahun, 59.867 Orang Lakukan Rapid Test di Bandara

Sementara itu, peringkat kedua diduduki oleh Bandara Internasional Juanda di Surabaya yang mengangkut 226.041 penumpang.

Kemudian, peringkat terakhir ditempati oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai yang hanya mengangkut 150.495 penumpang pada periode tersebut.

“Biasanya Denpasar melayani traffic tertinggi. Tapi karena enggak ada penerbangan internasional, jadinya posisi tidak lebih baik dari dua bandara tersebut,” ungkap Faik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+