Kompas.com - 20/01/2021, 19:20 WIB
Pendaki di Gunung Carstensz, Papua. Dok. PAT AdventurePendaki di Gunung Carstensz, Papua.

KOMPAS.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (DPP APGI) Vita Cecilia mengatakan, wisatawan pendaki gunung mengalami peningkatan yang cukup masif.

“Selama PSBB mulai masuk ke masa transisi, pendakian gunung cukup masif di beberapa gunung di taman nasional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan olehnya dalam webinar Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) bertajuk “Membangkitkan Kembali Pariwisata Indonesia Melalui Wisata Petualangan” pada Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Ini Waktu yang Aman untuk Mendaki Gunung Carstensz

Sementara untuk periode 2016-2019, berdasarkan data yang dipaparkan oleh Vita dalam presentasinya, wisatawan nusantara (wisnus) yang melakukan pendakian mengalami peningkatan yang cukup stabil.

Adapun, pendakian tersebut dilakukan di Gunung Merapi, Gunung Kelud, Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Ijen, Gunung Rinjani, Gunung Tambora, Gunung Batur, dan Gunung Sangeang Api.

Keindahan panorama Gunung Merapi dari Yogyakarta.Dok. HHWT Keindahan panorama Gunung Merapi dari Yogyakarta.

Dalam data tersebut, sebanyak 1.200 wisnus melakukan pendakian pada 2016 ke salah satu dari sepuluh gunung api yang telah disebutkan. Sementara untuk wisatawan mancanegara (wisman), pada saat itu hanya terdapat sekitar 200 pendaki saja.

Pada 2017, wisnus masih menduduki peringkat pertama dengan total 1.400 pendaki sementara wisman hanya sekitar 200 pendaki.

Baca juga: Jika Mendaki Gunung Agung, Jangan Abaikan Pantangan Ini

Kemudian, sebanyak lebih dari 1.400 wisnus melakukan pendakian pada 2018 dan lebih dari 1.200 wisnus mendaki pada 2019.

Pada 2018-2019, jumlah wisman yang melakukan pendakian terlihat kian menurun karena jumlahnya tidak lebih dari 200 orang.

Pendaki wisnus didominasi kawula muda

Para pendaki asal Indonesia didominasi oleh kawula muda yang masih menempuh pendidikan tinggi. Dalam data milik Vita, biasanya mereka melakukan pendakian dua hari satu malam hingga empat hari tiga malam.

Panorama kawah di Gunung Tambora, Pulau Sumbawa.SHUTTERSTOCK/MARINGANS Panorama kawah di Gunung Tambora, Pulau Sumbawa.

Tidak hanya itu, dalam setahun mereka bisa melakukan 3-8 kali pendakian. Mayoritas pendaki winsus mengatur perjalanannya sendiri.

Sementara untuk wisman, biasanya mereka yang datang dari Eropa, Kanada, dan Amerika berada dalam golongan usia produktif.

Mereka melakukan perjalanan guna memanfaatkan libur musim panas dengan tujuan utama akhir adalah Bali. Lama tinggalnya adalah 7-12 hari.

Baca juga: Apa Itu Acute Mountain Sickness dan Cara Penanganannya

Untuk pendaki yang tiba dari Malaysia dan Singapura, mereka masuk dalam golongan usia muda dan poduktif dan bertujuan untuk melakukan kegiatan luar ruangan.

Meski lama tinggal hanya 4-7 hari, namun mereka biasanya mendaki 1-2 gunung di Indonesia dalam satu tahun.

Kemudian, wisman yang datang dari China dan Rusia, mereka didominasi oleh golongan usia muda yang coba melakukan wisata pendakian gunung dengan lama tinggal 4-14 hari. Biasanya, gunung yang didaki merupakan bagian dari paket wisata yang dibeli.

KOMPAS.Com/dok. Pos Pengamatan Gunung SangeangApiKOMPAS.com/Syarifudin KOMPAS.Com/dok. Pos Pengamatan Gunung SangeangApi

Untuk pendaki dari Thailand, mereka juga didominasi golongan usia muda yang coba melakukan wisata pendakian gunung. Lama tinggalnya adalah 4-7 hari.

Pesona wisata gunung Indonesia

Vita mengatakan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung dengan 129 di antaranya adalah gunung api. Sementara itu, sebanyak 29 pegunungan juga terdapat di Nusantara.

“Daya tarik wisata gunung di Indonesia sangat lua biasa. Pesona hutan tropisnya, hutan hujan yang membuat Indonesia jadi sangat menarik,” ungkapnya.

Baca juga: Pendakian Gunung Carstensz Papua Salah Satu yang Termahal di Dunia

Lebatnya hutan Indonesia yang harus dilalui oleh para wisman ketika mereka hendak mendaki gunung, ujar Vita, dianggap oleh mereka sebagai petualangan tersendiri.

Sebab, mereka merasa seperti tertantang karena terpikir bagaimana cara mereka bertahan di hutan yang harus dilalui sebelum mencapai puncak gunung tujuan.

“Pesona gunung bersalju di daerah tropis, satu-satunya yang kita punya. Memang itu menjadi destinasi yang bisa dibilang seksi. Kalau sudah ke sana, baru bisa dibilang pendaki beneran kata orang,” tutur Vita.

Melansir Kompas.com, Jumat (10/1/2020), Gunung Jayawijaya di Provinsi Papua merupakan gunung tertinggi di Indonesia.

Menjulang di ketinggian 4.884 meter dari permukaan laut (mdpl), sejumlah puncaknya memiliki salju yang membuat Indonesia—negara beriklim tropis—semakin terlihat unik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
Tradisi Padusan di Klaten Tahun Ini Ditiadakan untuk Cegah Kerumunan

Tradisi Padusan di Klaten Tahun Ini Ditiadakan untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
3 Hotel Ini Re-branding Jadi Penginapan Bercita Rasa Indonesia

3 Hotel Ini Re-branding Jadi Penginapan Bercita Rasa Indonesia

Travel Update
5 Kafe Rasa Bali di Jakarta, Mulai dari Nuansa Ubud hingga Seminyak

5 Kafe Rasa Bali di Jakarta, Mulai dari Nuansa Ubud hingga Seminyak

Jalan Jalan
Cara Naik Kereta Gantung TMII Saat New Normal

Cara Naik Kereta Gantung TMII Saat New Normal

Jalan Jalan
Mudik 2021 Dilarang, 5 Tempat Wisata di Jakarta Ini Bisa Dikunjungi

Mudik 2021 Dilarang, 5 Tempat Wisata di Jakarta Ini Bisa Dikunjungi

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Wisata di TMII Bareng Anak, Main ke Taman Burung

Itinerary Seharian Wisata di TMII Bareng Anak, Main ke Taman Burung

Itinerary
Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan Layanan GeNose untuk Syarat Terbang

Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan Layanan GeNose untuk Syarat Terbang

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam Jelajah TMII, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary 2 Hari 1 Malam Jelajah TMII, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads X