Kompas.com - 24/01/2021, 20:08 WIB
Ilustrasi kota Malang. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAIlustrasi kota Malang.

MALANG, KOMPAS.com - Sektor perhotelan dan pariwisata di Kota Malang terpuruk selama pelaksaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki, ada hotel yang tidak mendapatkan kunjungan sama sekali.

Ia melanjutkan, beberapa hotel masih mendapatkan kunjungan, meski tidak banyak. Rata-rata okupansi tertinggi selama PPKM hanya 20 persen.

Jumlah itu masih tergolong rendah dan masih berada di bawah break even point (BEP) atau capaian pengembalian modal hotel.

Baca juga: NK Cafe Malang, Wedding Outdoor dengan Pemandangan Sawah dan Gunung

"BEP kalau hotel itu okupansinya sekitar 40 persen," kata Agoes kepada Kompas.com melalui sambungan telpon, Minggu (24/1/2021).

Ia melanjutkan, Januari memang merupakan bulan low season atau bulan dengan kunjungan wisatawan yang rendah. Kondisi itu diperburuk dengan pelaksanaan PPKM, sehingga pelaku usaha hotel makin merugi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Biasanya okupansi tinggi saat malam tahun baru, Desember akhir. Dengan PPKM ini, tambah dihajar lagi dengan pengetatan dan sebagainya. Ada pembatasan, sehingga dunia pariwisata, khususnya hotel yang paling parah, jelas terdampak sekali," ujar Agoes.

PPKM pun, menurut dia, membuat masyarakat enggan berwisata. Padahal, pihaknya telah menerapkan segala protokol kesehatan Covid-19.

Petugas Satpol PP Kota Malang saat memperingati pemilik rumah makan di Jalan Sigura-gura Kota Malang karena melanggar jam operasional PPKM pada 15 Januari 2021 malam.KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Petugas Satpol PP Kota Malang saat memperingati pemilik rumah makan di Jalan Sigura-gura Kota Malang karena melanggar jam operasional PPKM pada 15 Januari 2021 malam.

 

Sebagian hotel juga sudah memiliki sertifikat CHSE atau cleanliness (Kebersihan), health (Kesehatan), safety (Keamanan), dan environment sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Hal itu dilakukan pengelola hotel untuk mencegah penularan Covid-19 dan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.

"Makannya hotel-hotel dilengkapi dengan CHSE. Itu maunya supaya memberikan daya tarik kepada tamu bahwa kita ini aman. Tapi dengan begini, kan terpuruk lagi," imbuh Agoes.

Baca juga: Wali Kota Malang: Ada 4 Jenis Wisata di Kota Malang

Adapun, Pemerintah Kota Malang menerapkan PPKM yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.

PPKM itu harusnya berakhir pada 25 Januari 2021, tetapi diperpanjang hingga 8 Februari 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X