Kompas.com - 20/03/2021, 15:03 WIB
Bagian depan Istana Datu Luwu di kota Palopo, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com/CITRA FANY SAMPARAYABagian depan Istana Datu Luwu di kota Palopo, Sulawesi Selatan.

KOMPAS.com - Museum Istana Datu Luwu atau Istana Langkanae Luwu dibangun pada 1920 dan terletak di jalan Landau No. 18, Batupasi, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Museum ini menjadi salah satu tempat bersejarah di Kota Palopo.

Dulunya, museum merupakan istana raja yang dibakar habis oleh pasukan kolonial Belanda pada masa penjajahan dulu.

"Dulu ini bangunannya ditinggali raja dan terbuat dari kayu kayak rumah adat Luwu, cuma zaman dulu dibakar habis lalu dibangun kembali," kata penjaga Museum Istana Datu Luwu Opu To Manrasa atau akrab disapa Pak Guru kepada Kompas.com, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Palopo, Sulawesi Selatan, Air Terjun Sampai Pantai

Ia melanjutkan, dibangunnya kembali istana tersebut mungkin ditujukan untuk meningkatkan simpati masyarakat. Saat berada di museum, pengunjung bisa menggunakan halaman museum untuk bersantai atau berfoto.

Pintu gerbang Istana Datu Luwu di Palopo, Sulawesi Selatan.KOMPAS.com/CITRA FANY SAMPARAYA Pintu gerbang Istana Datu Luwu di Palopo, Sulawesi Selatan.

Namun untuk masuk ke dalam dan melihat koleksi museum, perlu syarat-syarat yang harus dipenuhi dulu dan menghubungi pihak Dinas Pariwisata.

"Karena kan (museum) ini bekas istana raja, sakral dan harus dijaga juga. Belum lagi sekarang lagi pandemi," ujar Opu.

Ia juga menjelaskan bahwa di masa pandemi, museum belum dibuka untuk umum dan jam kunjungan tidak pasti.

Baca juga: Perjalanan Menuju Air Terjun Latuppa di Palopo, Sulawesi Selatan

"Jika beruntung dan ada penjaga, orang bisa masuk ke dalam untuk melihat-lihat atau mengambil gambar. Untuk biaya masuknya sendiri kami tidak patok harga, gratis. Kadang ada yang bayar seikhlasnya juga," imbuh Opu.

Bagian dalam Istana Langkanae Luwu

Di dalam istana, ada dua bangunan, yang satu bergaya arsitektur khas Eropa dan di sebelah kirinya miniatur Saoraja atau rumah yang ditempati keturunan raja (kaum bangsawan). Kedua bangunan itu berisikan beberapa peninggalan sejarah Luwu.

Bangunan khas Eropa ini berdominasi warna hijau untuk pintu, serta kusen pada pintu dan jendela.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.