Kompas.com - 22/04/2021, 14:54 WIB
Suatu titik di lereng Gunung Lawu. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYASuatu titik di lereng Gunung Lawu.

KOMPAS.com – Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar, Jawa Tengah memiliki aturan terbaru bagi pendaki pemula yang belum memiliki pengalaman minimal tiga kali pendakian, serta pendaki berusia di bawah tingkat SMA/SMK sederajat.

Dalam aturan yang tertera dalam Surat Pengumuman Nomor 556/268.15/2021 dinyatakan, mereka dilarang mendaki kecuali didampingi pemandu profesional dari daerah setempat.

Surat itu ditandatangani Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto pada 12 April 2021.

Baca juga: 6 Tips Mendaki Gunung Lawu Saat Musim Hujan, Lewat Cemoro Sewu

Lantas, apa yang dimaksud dengan pemandu profesional? Apakah mereka adalah pemandu gunung atau tim relawan yang ada pada pos-pos jalur pendakian Gunung Lawu?

“Tidak perlu pemandu gunung. Kalau memang dari rumah ada bapaknya profesional pendaki, anaknya ikut ya tidak masalah. Tapi kalau kebetulan ingin naik dan pendamping profesional tidak punya, bisa minta tolong teman-teman di pos,” jelas Titis kepada Kompas.com, Kamis (22/4/2021).

Lebih lanjut, jika calon pendaki tidak tidak memiliki orangtua yang sudah berpengalaman dalam mendaki untuk memandu pendakian, Titis mengatakan bahwa mereka bisa minta didampingi teman-temannya yang berpengalaman.

Apabila benar-benar tidak punya kenalan yang sudah berpengalaman atau profesional dalam mendaki, mereka wajib didampingi. Baik oleh pemandu gunung atau tim relawan di pos-pos pendakian Gunung Lawu via Karanganyar.

Baca juga: Mojosemi Dinosaurus Park, Rumah Dinosaurus di Kaki Gunung Lawu

“Soal apakah itu orangtua, atau teman yang mendampingi dari rumah itu tidak penting. Cuma kalau tidak punya pendamping, serta usianya di bawah rekomendasi dan dari rumah tidak punya (pendamping), silakan minta didampingi oleh teman-teman relawan,” kata Titis.

Terkait tarif sewa jasa pendampingan oleh pemandu profesional, Titis menuturkan bahwa calon pendaki bisa langsung menghubungi pos jalur pendakian Lawu via Cemara Kandang, Candi Cetho, atau Tambak untuk diskusi lebih lanjut.

Kenapa wajib didampingi pemandu profesional?

Titis menceritakan bahwa aturan tersebut didasari sebuah kejadian yang menyebabkan seorang pendaki berusia 16 tahun meninggal di Gunung Lawu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X