Kompas.com - 22/04/2021, 08:10 WIB
Ilustrasi staycation di hotel. (Dok. Shutterstock/ De Boyloso) Ilustrasi staycation di hotel. (Dok. Shutterstock/ De Boyloso)

KOMPAS.com - Tren staycation di hotel diperkirakan akan meningkat kembali pada momen Lebaran 2021.

Menurut Corporate Director of Sales Tauzia Hotel Management Indonesia Alice Sulistyawati, hal itu disebabkan adanya kenaikan pemesanan hotel pada periode Lebaran sebanyak 30 persen dibandingkan periode new normal selama pandemi.

"Saat ini pemesanan hotel pada periode Lebaran sudah mulai terlihat ada kenaikan sebanyak 30 persen dari periode sebelumnya," ujar Alice kepada Kompas.com dalam virtual media gathering, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Ia menjelaskan, hal tersebut merupakan salah satu dampak dari adanya kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia selama periode 6-17 Mei 2021.

Selain itu, meningkatnya keinginan untuk staycation juga dipengaruhi oleh kondisi masyarakat yang kini sudah dapat menyesuaikan diri terhadap situasi pandemi dengan lebih mengedepankan protokol kesehatan ketika bepergian.

Hal serupa juga disampaikan oleh Priya Vohra selaku VP of Business Operations agen perjalanan daring Pegipegi. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan survei pada 25 Maret—1 April 2021 untuk mengetahui preferensi masyarakat Indonesia terkait pulang kampung pada Lebaran tahun ini.

Ilustrasi barang bawaan untuk staycation di masa new normalDok. SHUTTERSTOCK/SHYNTARTANYA Ilustrasi barang bawaan untuk staycation di masa new normal

Berdasarkan hasil survei mereka, diketahui bahwa sebelum adanya larangan mudik, sebanyak 28 persen responden memutuskan tidak pulang kampung tahun ini.

"Dari hasil survei yang kami lakukan, diketahui bahwa sebanyak 72 persen responden berencana pulang kampung di tahun 2021, sedangkan 28 persen memutuskan tidak pulang kampung di tahun 2021," tutur Priya.

"Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia sebenarnya ingin mudik pada periode Lebaran tahun ini, karena sebagian besar dari mereka tidak mudik pada Lebaran tahun 2020 lalu," lanjutnya.

Baca juga: Ide Staycation di Linggarjati Kuningan Saat Libur Lebaran

Adapun ia juga menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan responden untuk tidak pulang kampung, di antaranya 77 persen dari mereka merasa khawatir tertular virus Covid-19 ketika bepergian, lalu 61 persen khawatir akan membawa virus Covid-19 ke keluarganya.

Sementara itu, 45 persen belum mendapatkan vaksinasi, 40 persen responden khawatir daerah tujuannya termasuk dalam zona merah, dan 38 persen responden merasa harga tiket relatif masih mahal.

Hal ini kemudian meningkatkan preferensi bepergian saat Lebaran yang menunjukkan bahwa sebanyak 69 persen masyarakat berencana untuk staycation saat Lebaran, dan 28 persen masyarakat ingin melakukan staycation di luar kota namun masih dekat dengan kota tempat mereka tinggal.

Makna staycation

Menurut Inn on the Drive.com, staycation adalah kegiatan liburan di dekat rumah. Banyak orang memilih untuk tetap tinggal di rumah selama staycation.

Akan tetapi, ada juga orang-orang yang memilih untuk menginap di hotel selama staycation hanya untuk keluar dari rumah. Hotel yang dipilih biasanya masih berada dalam area tempat tinggal mereka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X