Kompas.com - 21/04/2021, 16:14 WIB
Gletser Barry di Prince William Sound, Alaska. Ilmuwan memperingatkan potensi tsunami dahsyat atau megatsunami di Alaska sebagai akibat pencairan gletser dan tanah longsor. SHUTTERSTOCK/Dara JGletser Barry di Prince William Sound, Alaska. Ilmuwan memperingatkan potensi tsunami dahsyat atau megatsunami di Alaska sebagai akibat pencairan gletser dan tanah longsor.

KOMPAS.comAlaska akan memberi vaksin Covid-19 gratis kepada wisatawan mulai 1 Juni 2021 sebagai upaya untuk meningkatkan industri pariwisata.

Melansir Travel and Leisure, Senin (19/4/2021), sektor pariwisata salah satu negara bagian di Amerika Serikat tersebut terkena dampak larangan kapal pesiar dan peringatan perjalanan secara umum.

Gubernur Alaska Mike Dunleavy dalam konferensi pers pada Jumat (16/4/2021) mengatakan, pada musim panas nanti, wisatawan yang mengunjungi Alaska bisa mendapat suntikan vaksin di salah satu bandara utama.

Baca juga: Bus Into the Wild Dipindahkan dari Hutan di Alaska

Vaksin Covid-19 akan tersedia di luar area keamanan di empat bandara di Juneau, Fairbanks, Ketchikan, dan Anchorage. Saat ini, vaksin hanya diperbolehkan bagi orang berusia 16 tahun ke atas.

“Apa yang ingin kami lakukan adalah memastikan bahwa industri wisata kami—termasuk kapal pesiar dan keramahan pada bisnis tambahan kami—berpeluang untuk kembali ke kondisi sebelumnya,” tutur Dunleavy, mengutip Travel and Leisure.

“Jika kami punya vaksin lebih, mengapa tidak digunakan? Jadi, yang kami ingin sampaikan kepada wisatawan adalah, jika Anda datang ke Alaska, Anda akan mendapat gratis vaksin jika mau,” imbuhnya.

Vaksin untuk wisatawan

Director of Public Health di Alaska Department of Health and Social Services, Heidi Hedberg, mengatakan bahwa pusat vaksinasi bandara akan menawarkan dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Alaska tidak akan membedakan antara wisatawan dan penduduk terkait alokasi pasokan vaksin mereka.

“Kami sadar bahwa saat seseorang berkunjung ke Alaska, mereka mungkin tidak tinggal selama 21 atau 28 hari. Tetapi, kami menawarkan dosis pertama,” ujar Hedberg.

Baca juga: Dua Perempuan Pertama dari Indonesia Capai Puncak Denali, Alaska

Jika wisatawan memilih untuk tinggal lebih lama, mereka dapat menerima dosis vaksin Covid-19 kedua di titik mana pun di Alaska.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X