Kompas.com - 18/07/2021, 16:04 WIB
Pemandangan yang dapat dilihat dari jalur trekking di kaki Gunung Salak yang berlokasi di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (27/5/2021). kompas.com / Nabilla RamadhianPemandangan yang dapat dilihat dari jalur trekking di kaki Gunung Salak yang berlokasi di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (27/5/2021).

 

KOMPAS.com – Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Sabtu (17/7/2021) mengumumkan, masih ada calon pendaki yang mencoba masuk ke kawasan TNGGP.

Mengutip informasi dalam akun Instagram @bbtn_gn_gedepangrango, Sabtu, sebanyak 11 calon pendaki tanpa izin yang berasal dari Bogor dan Jakarta ditemukan oleh tim patroli TNGGP.

“Sebagai langkah lanjutan, tim melakukan pendataan identitas dan imbauan kepada pendaki ilegal tersebut agar tidak melanjutkan perjalanan, serta berkoordinasi dengan aparat setempat,” seperti yang tertera dalam salah satu unggahan, berdasarkan pantauan Kompas.com, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: 6 Fakta Menarik Gunung Gede Pangrango yang Terlihat dari Kemayoran

Adapun, Balai TNGGP seara resmi telah menutup seluruh kegiatan pendakian sejak 4 Juli 2021 hingga Selasa (20/7/2021) mendatang. Penutupan berdasarkan implementasi PPKM Darurat Jawa-Bali.

Selain Gunung Gede dan Gunung Pangrango, sejumlah gunung lainnya juga masih menutup jalur pendakiannya hingga berita ini naik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengetahui lebih lanjut supaya tidak kecele, berikut Kompas.com rangkum daftar gunung yang jalur pendakiannya masih tutup:

1. Gunung Gede

Gunung Gede merupakan terletak di dalam kawasan TNGGP, serta masuk wilayah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.

Melansir Kompas.com, Sabtu (4/7/2021), seluruh jalur pendakian gunung yang berada pada ketinggian 2.958 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut ditutup pada 3-20 Juli.

Pemandangan Gunung Gede Pangrango detik-detik menjelang momen golden sunrise yang dilihat dari Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor pada Kamis (27/5/2021).kompas.com / Nabilla Ramadhian Pemandangan Gunung Gede Pangrango detik-detik menjelang momen golden sunrise yang dilihat dari Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor pada Kamis (27/5/2021).

Penutupan diumumkan melalui Surat Edaran (SE) Kepala Balai Besar TNGGP Nomor 1087/BBTNGGP/Tek.2/07/2021 tentang Penutupan Sementara Pendakian.

Dalam SE yang ditandatangani oleh Kepala BBTNGGP Wahju Rudianto, dikatakan bahwa ada kemungkinan periode penutupan akan diperpanjang.

2. Gunung Pangrango

Sama halnya dengan Gunung Gede, Gunung Pangrango yang lokasinya di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi juga masuk dalam kawasan TNGGP.

Calon anggota Mapala UI berlatih ilmu mendaki gunung di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango, Jawa Barat.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Calon anggota Mapala UI berlatih ilmu mendaki gunung di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango, Jawa Barat.

Alhasil, seluruh jalur pendakian gunung yang berada pada ketinggian 3.019 mdpl ini juga ditutup untuk sementara waktu dengan kemungkinan periode penutupan diperpanjang.

Baca juga: Puncak Halimun Camp Bogor, Kemah di Tengah Gunung Salak dan Gede Pangrango

“Jika pada tanggal 20 Juli 2021 keadaan Covid-19 tetap mengalami peningkatan berdasarkan informasi dari Satgas Covid-19, maka penutupan akan diperpanjang sampai batas waktu yang memungkinkan pendakian aman,” seperti yang tertera dalam SE tersebut.

3. Gunung Salak

TN Gunung Halimun Salak (TNGHS) telah menutup seluruh jalur pendakian Gunung Salak I yang berada di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.

Untuk diketahui, jalur pendakian resmi menuju Puncak Manik adalah via Cidahu dan Cimelati di Sukabumi, serta Pasir Reungit Bogor.

Mengutip informasi dalam akun Instagram @btn_gn_halimunsalak, Kamis (26/12/2019), penutupan sudah dilakukan sejak sebelum pandemi Covid-19. Tepatnya pada 30 Desember 2019.

Pemandangan yang dapat dilihat dari jalur trekking di kaki Gunung Salak yang berlokasi di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (27/5/2021).kompas.com / Nabilla Ramadhian Pemandangan yang dapat dilihat dari jalur trekking di kaki Gunung Salak yang berlokasi di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (27/5/2021).

Adapun, penutupan berdasarkan Surat Edaran (SE) Balai TNGHS Nomor SE.2359/T.14/TU/HMS/12/2019 tentang Penutupan Jalur Pendakian Gunung Salak I dan Obyek Wisata Kawah Ratu TNGHS.

“Kondisi cuaca pada jalur pendakian Gunung Salak cukup ekstrem dengan intensitas hujan tinggi dan potensi petir yang mengancam keselamatan pengunjung serta terdapat jalur pendakian dalam kondisi rusak,” seperti yang tertera dalam SE tersebut.

Baca juga: Trekking di Kaki Gunung Salak, Dikagetkan Ular dalam Tiga Babak

Lebih lanjut, penutupan jalur pendakian berdasarkan Nota Dinas Kepala Seksi PTNW III Sukabumi Nomor 78/T.14/SPTNWIII/DTN/12/2019 tentang Penutupan Jalur Pendakian Gunung Salak I.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.