Kompas.com - 08/08/2021, 16:14 WIB
Monumen Samudera Pasai di Desa Beuringen Pirak, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. KEJAKSAAN ACEH UTARAMonumen Samudera Pasai di Desa Beuringen Pirak, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Kejaksaan Negeri Aceh Utara menyurati Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib untuk menutup wisata Monumen Samudera Pasai di Desa Beuringen Pirak, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara Diah Ayu Hartati, per telepon, Minggu (8/7/2021) mengatakan bahwa fondasi bangunan itu tidak mampu menopang menara setinggi 71 meter. Bangunan pun retak dan membahayakan pengunjung.

“Saya sudah minta itu ditutup secara resmi, sehingga tak ada lagi pengunjung datang untuk berfoto dan lain sebagainya. Ini menghindari hal-hal yang tak diinginkan menimpa pengunjung,” kata Diah.

Baca juga: Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Permintaan penutupan itu dilakukan secara resmi lewat surat. Pihak Kajari Aceh Utara juga telah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh untuk melakukan audit kerugian keuangan negara.

Berdasarkan perhitungan sementara, kerugian negara dalam proyek yang dikerjakan sejak 2012 dan selesai tahun 2017 itu adalah lebih dari Rp 20 miliar. Adapun, total nilai proyek adalah Rp 49,1 miliar.

“Sedapat mungkin kita menghindari hal-hal yang tak diinginkan pada pengunjung. Kalau misalnya bangunan itu rubuh dan pengunjung sedang berfoto di sana. Itu sungguh miris. Maka, kita surati agar ditutup saja,” ujar Diah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara Hamdani belum bisa memberi komentar.

“Saya kan baru dilantik. Belum pun menghadap pimpinan. Jadi, nanti saya pelajari dulu bagaimana persoalannya dan akan menjawabnya bagaimana respons ke permintaan penutupan lokasi wisata itu,” tutur dia.

Baca juga: 20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

Sebelumnya, diberitakan bahwa jaksa menetapkan lima tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan proyek Monumen Samuder Pasai.

Kelima tersangka itu yakni mantan kepala dinas berinisial F, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), pegawai negeri sipil Aceh Utara berinisial N, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pengawas proyek berinisial P, serta dua kontraktor masing-masing berinisial T dan R.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.