Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/10/2022, 16:03 WIB

Kapan Taiko ditampilkan?

Menurut pandangan Erik sebagai seorang pemain Taiko, pertunjukan musik tradisional ini menggabungkan dua aspek, yaitu stamina fisik sekaligus ketepatan teknik bermain perkusi. 

"Pendapat saya pribadi, main Taiko itu gabungan dua aspek. Aspek olahraga karena selama main Taiko, fisik harus kuat karena bisa sampai 30 menit, stamina kita bakal benar-benar diuji," ujarnya. 

Para pemain Taiko juga tidak hanya berdiri tegak lurus, namun mempunyai kuda-kuda tertentu layaknya silat. Selain itu, harus memahami penggunaan alat dan teknik perkusi karena suara yang dihasilkan berbeda-beda, misalnya terdengar suara Don, Ten, dan Pon. 

Baca juga: Mengenal Festival Tanabata yang Digelar Lagi di Jepang Setelah Vakum 2 Tahun

Dalam suatu penampilan, Erik menjelaskan, jumlah pemain juga tidak menentu, meski biasanya tiga sampai empat orang adalah jumlah minimal. 

"Pas perform ada tambahan lain, enggak cuma Taiko. Jadi ada alat musik tiup dan lainnya," kata Erik. 

Tarian tradisional Jepang bernama Taiko  yang menggunakan atribut drum jadi salah satu atraksi pembukaan seremoni Perayaan Satu Tahun AEON Mall BSD City, Serpong, Jumat (20/5/2016)Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Tarian tradisional Jepang bernama Taiko yang menggunakan atribut drum jadi salah satu atraksi pembukaan seremoni Perayaan Satu Tahun AEON Mall BSD City, Serpong, Jumat (20/5/2016)

Pakaian yang digunakan para pemain juga bermacam-macam, karena setiap grup memiliki celana maupun atasan dengan ciri khasnya masing-masing. 

Untuk pertunjukan Taiko yang benar-benar masih asli atau tradisional, kata Erik, biasanya memakai atasan khusus yang jika dilihat dari pandangan masyarakat Indonesia, berbentuk layaknya celemek. Selain itu, biasanya ada ikat kepala meski tidak wajib, dan sepatu ninja. 

Baca juga: 11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Taiko, alat musik tradisional Jepang ini telah lama dikenal dan dimainkan di tanah air. Erik mengatakan, komunitasnya seringkali diundang di festival Jejepangan, mall, di hotel jika ada restoran atau bar Jepang yang baru dibuka, maupun kegiatan perusahaan.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

Sementara itu, di negara asalnya, alat musik ini tentunya juga populer dan sering dimainkan di sejumlah festival. 

"Ada juga konser annual (tahunan), jadi semua Taiko dari berbagai daerah dan sekolah itu disatuin. Pernah juga sensei kami mengadakan konser tunggal," pungkasnya. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+