Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masjid Al Jabbar Kini Punya Galeri Rasulullah dan Sejarah Islam Nusantara

Kompas.com - 27/03/2023, 21:31 WIB
Dendi Ramdhani,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat meresmikan Galeri Rasulullah dan Sejarah Islam Nusantara di Masjid Al Jabbar, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (27/3/2023).

Galeri tersebut merupakan satu dari empat bagian utama dari kawasan Al Jabbar.

"Jadi kawasan Al Jabbar terbagi empat. Satu masjid di atas, dua Galeri Rasulullah dan Sejarah Islam, tiga kolam retensi pengendali banjir, dan keempat taman yang mengelilingi," ucap Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dalam sambutannya, Senin.

Baca juga:

Galeri itu akan dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang bekerja sama dengan pihak ketiga.

Akses masuk ke galeri akan berbayar untuk biaya operasional dan pemeliharaan.

Namun, Emil memastikan golongan masyarakat tertentu akan mendapatkan diskon.

"Nanti ada duskon untuk golongan masyarakat seperti untuk anak sekolah, difabel, dan lainnya," tuturnya.

Empat zona di galeri

Kurator galeri dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ija Suntana menjelaskan, secara umum ada empat zona konten yang akan disajikan.

Empaf zona tersrbut yakni Zona Pra-Kenabian, zona Mekkah, Zona Madinah, dan Zona Penyebaran Islam Nusantara, dan Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat meresmikan Galeri Rasulullah dan Sejarah Islam Nusantara di Masjid Al Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (27/3/2023).Dokumentasi Biro Adpim Jabar Gubernur Jawa Barat meresmikan Galeri Rasulullah dan Sejarah Islam Nusantara di Masjid Al Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (27/3/2023).

Ija menuturkan, empat zona itu dipilih untuk merangkum informasi penting peradaban Islam dalam ruang konten yang terbatas.

"(Zona) yang kami pilih itu terkait dengan prioritas informasi. Karena ingin menyampaikan hal detail kan enggak mungkin," ucapnya.

Baca juga:

Salah satu yang ia soroti yakni tentang sejarah datangnya Islam ke Nusantara hingga ke Jawa Barat.

Ija menambahkan, topik sejarah Islam di Jawa Barat diangkat agar masyarakat mengetahui bagaimana proses agama tersebut masuk.

"Supaya tahu bahwa orang Jawa Barat menjadi muslim tidak tiba-tiba atau ada prosesnya, sekaligus untuk menghargai jasa-jasa masa lalu," tuturnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Konten galeri senilai Rp14,5 miliar itu dikerjakan oleh PT Sembilan Matahari.

CEO PT Sembilan Matahari Adi Panuntun menuturkan, tidak ada acuan tentang penerapan teknologi pada galeri tersebut.

Baca juga: 3 Tempat Wisata Religi di Sumenep, Ada Masjid Agung

Menurutnya, semua penggunakan telnologi baik augmented reality (AR), table mapping, hingga video mapping dibuat menyesuaikan narasi yang ingin disampaikan oleh Masjid Al Jabbar.

"Tidak ada acuan spesifik tapi kami adopsi dari beberapa galeri. Karena yang memimpin galeri ini adalah narasi yang ingin disampaikan. Jadi strory dan konten dulu baru melibatkan teknologi," jelasnya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com