Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jepang Cabut Syarat Sertifikat Vaksinasi dan Tes Covid-19 mulai 29 April 2023

Kompas.com - 29/04/2023, 07:07 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

Sumber Kyodonews

KOMPAS.com - Pemerintah Jepang mengumumkan kepada semua pendatang yang akan memasuki negara tersebut mulai 29 April 2023 tidak perlu lagi menyertakan hasil negatif tes Covid-19 dan sertifikat vaksinasi Covid-19.

"Mulai pukul 00.00 (waktu Jepang) pada 29 April 2023, semua pelancong dan penumpang yang kembali (ke Jepang) tidak lagi wajib menyerahkan hasil negatif tes Covid-19 yang dilakukan 72 jam sebelum keberangkatan, dan surat keterangan vaksinasi Covid-19 dengan tiga dosis atau setara," dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri Jepang, Jumat (28/4/2023).

Baca juga: Garuda Indonesia Bakal Tambah Penerbangan ke Jepang

Adapun langkah sementara yang sudah diterapkan saat ini berupa pengambilan sampel acak dari para pendatang dan orang yang kembali dari China (kecuali Hong Kong dan Makau) ke Jepang menggunakan penerbangan langsung.

Tetap tes Covid-19 jika bergejala

Metode tersebut kemudian akan diganti dengan tes Covid-19 saat kedatangan. Ini berlaku bagi siapa pun yang memasuki Jepang dengan gejala dugaan positif Covid-19.

Dilansir dari Kyodonews (28/4/2023), awalnya Jepang berencana untuk mengakhiri langkah perbatasan pada 8 Mei 2023.

Ilustrasi Jepang sebagai Negeri SakuraPixabay/Nick115 Ilustrasi Jepang sebagai Negeri Sakura

Pada hari itu, status kasus Covid-19 akan diturunkan menjadi penyakit menular umum biasa, seperti influenza.

Namun, keputusan berikut akhirnya diambil untuk mengantisipasi peningkatan orang yang bepergian ke luar negeri, dan kembali ke Jepang selama liburan Golden Week mulai Sabtu, 29 April 2023.

Baca juga: Jepang Akan Akhiri Aturan Covid-19 di Perbatasan untuk PPLN per 8 Mei

Jadi, mulai 8 Mei nanti, Pemerintah Jepang berencana memulai program pengawasan genom baru di Haneda, Narita, dan tiga bandara utama lainnya.

Pendatang dengan gejala termasuk demam akan diminta menjalani tes sukarela untuk mendeteksi penyakit menular baru.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Kyodonews


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com