Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/11/2023, 11:49 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Desa Wisata Selasari di Pangandaran, Jawa Barat, berhasil mendapatkan penghargaan berkat inovasinya dalam membuat pengolahan dan pengelolaan sampah.

Adapun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Saling Peduli di Desa Selasari keluar sebagai juara di kategori Best Beti Dewi (Beli Kreatif Desa Wisata) dalam Jagoan Pariwisata, ajang yang diselenggarakan oleh tiket.com dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Baca juga: Desa Wisata Pengolah Sampah Dapat Penghargaan dari Tiketcom dan Kemenparekraf

“Kami punya inisiatif membuat program pengelolaan sampah terpadu, supaya masyarakat lebih sadar, lebih paham keberlanjutan lingkungan hidup itu sangat penting, apalagi untuk desa wisata,” ujar Direktur TPST Saling Peduli, Aris Kusmawan saat acara Penganugerahan Jagoan Pariwisata di Jakarta, Rabu (15/11/2023).

Ia menjelaskan, warga Desa Selasari berinisiatif melakukan pengolahan sampah sejak tahun 2020.

Selain untuk keberlanjutan lingkungan, pengolahan sampah dimaksudkan agar bisa bernilai rupiah. 

Dengan demikian, sampah-sampah anorganik, misalnya, dapat didaur ulang menjadi kerajinan seperti tas atau tempat tisu untuk dijual kembali.

“Sedangkan sampah organik dibikin jadi kompos, diintegrasikan dengan sistem pertanian sehingga kami enggak perlu beli pupuk kimia lagi,” tambahnya.

Baca juga: Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Libatkan wisatawan

Setelah memperoleh penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dari Kemenparekraf, Aris menyebut bahwa para warga semakin berupaya mengatasi permasalahan sampah di desa wisata mereka. 

Bank Sampah Saling Peduli Desa Wisata Selasari, Pangandaran, Jawa Barat. dok. Jadesta Bank Sampah Saling Peduli Desa Wisata Selasari, Pangandaran, Jawa Barat.

"Alhamdulillah tahun 2021 kami dapat penghargaan ADWI, banyak sekali manfaat yang dirasakan. Dengan masyarakat mengelola sampah, salah satunya menabung di bank sampah, sampah anorganik dipisah, dikumpulkan ke bank sampah," kata Aris.

"Dari situ kami punya nilai ekonomi sehingga masarakat menambah penghasilannya, melalui tabungan bank sampah," imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa ke depannya wisatawan yang berkunjung ke Desa Selasari juga akan dapat dilibatkan dalam pengolahan sampah terpadu.

Sebab, selama tiga tahun terakhir warga Desa Wisata Selasari juga telah menerima beberapa permintaan studi banding dari pihak luar terkait pengolahan sampah. 

"Kami punya tujuan dengan pengelolaan sampah ini bisa jadi nilai edukasi. Jadi tempat wisata itu enggak hanya destinasi wisata alam, tapi dari pengelolaan sampah itu jadi tujuan wisata juga yaitu program wisata edukasi," terang Aris. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa beberapa sekolah juga telah menjalin kerjasama dengan Desa Wisata Selasari. 

Maka dari itu, sambil wisata alam, anak-anak, keluarga, dan masyarakat bisa ikut belajar dan membentuk karakter peduli lingkungan dari mengikuti proses daur ulang sampah. 

Baca juga:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com