Meski Ngurah Rai Dibuka, Penerbangan Tetap Terkendala Abu Vulkanik - Kompas.com

Meski Ngurah Rai Dibuka, Penerbangan Tetap Terkendala Abu Vulkanik

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 01/12/2017, 22:05 WIB
Sejumlah warga negara asing mencari informasi di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, di Denpasar, Bali, Senin (27/11/2017). Bandara Ngurah Rai menutup semua penerbangan pada Senin mulai pukul 07.00 WITA karena terdampak abu vulkanis letusan Gunung Agung.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Sejumlah warga negara asing mencari informasi di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, di Denpasar, Bali, Senin (27/11/2017). Bandara Ngurah Rai menutup semua penerbangan pada Senin mulai pukul 07.00 WITA karena terdampak abu vulkanis letusan Gunung Agung.


JAKARTA, KOMPAS.com - Meski Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali telah dibuka kembali sejak Rabu (29/11/2017), penerbangan tampaknya masih terganggu kabut asap. Salah satu maskapai yang terdampak adalah AirAsia, yang hanya mengoperasikan penerbangan pada siang hari.

"AirAsia saat ini mengoperasikan sejumlah penerbangan dari dan menuju Denpasar, Bali hanya pada siang hari. Dikarenakan abu vulkanik yang tidak dapat terlihat dalam kegelapan, dan kondisi angin yang tidak dapat diprediksi di daerah tersebut," ujar Adrian Jenkins selaku Director of Flight Operations Grup AirAsia, dalam rilis yang diterima KompasTravel, Jumat (1/12/2017).

Hal tersebut membuat pilot AirAsia tidak dapat mendeteksi adanya pergeseran awan abu di malam hari.

Menurut Adrian, operasional penerbangan tersebut berdasarkan pertimbangan arah abu vulkanik dan prakiraan cuaca dari dua vendor internasional terkemuka. Selain juga pemberitahuan dan imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Hal tersebut guna memastikan keselamatan para penumpang dan awak kabin. Juga untuk meminimalisir kemungkinan gangguan layanan maskapai tersebut. Seperti pembatalan penerbangan yang mendadak, atau pengalihan pendaratan (divert).

"Setiap maskapai penerbangan memiliki dasar pertimbangannya masing-masing dan kami tidak mentoleransi adanya potensi yang berpeluang untuk dapat mengganggu keselamatan penerbangan," terangnya.

Per hari Jumat (1/12/2017) ini, pihak AirAsia resmi mengoperasikan 32 penerbangan dari dan menuju Bali pada siang hari. Adapun 32 penerbangan tersebut termasuk yang sempat tertunda di hari-hari sebelumnya.

Dalam siaran pers Airasia, tertulis seluruh penumpang yang penerbangannya terdampak penutupan bandara baik Bali maupun Lombok sejak tanggal 25 November 2017 hingga 10 Desember 2017 dapat memilih salah satu layanan kompensasi.

Antara lain mengubah jadwal terbang pada rute yang sama dalam periode 30 hari dari jadwal semula. Kompensasi ini tanpa dikenakan biaya.

Selain itu, penumpang yang terdampak juga bisa memilih untuk mendopositkan akun (Credit Account) di AirAsia senilai harga tiket semula. Deposit tersebut dapat digunakan untuk pembelian tiket AirAsia lainnya dengan masa berlaku 90 hari.

Opsi lainnya, calon penumpang terdampak bisa refund uang tiket, secara penuh sesuai dengan mekanisme pembayaran yang telah dilakukan (full refund).

PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM