Jangan Lakukan 4 Hal Ini saat Melihat Bunga Rafflesia Arnoldii - Kompas.com

Jangan Lakukan 4 Hal Ini saat Melihat Bunga Rafflesia Arnoldii

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 09/01/2018, 21:00 WIB
Warga melihat tunas bunga padma atau yang biasa dikenal dengan sebutan Rafflesia arnoldii di Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung, Minggu (31/1/2016). Bunga padma merupakan salah satu flora Nusantara yang menjadi identitas Indonesia.KOMPAS/ANGGER PUTRANTO Warga melihat tunas bunga padma atau yang biasa dikenal dengan sebutan Rafflesia arnoldii di Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung, Minggu (31/1/2016). Bunga padma merupakan salah satu flora Nusantara yang menjadi identitas Indonesia.

BOGOR, KOMPAS.com - Hari ini, Senin (9/1/2018), Rafflesia arnoldii kini diperingati 25 tahun sebagai bunga Nusantara. Bunga langka ini keberadaannya masih sangat terbatas dan sulit dikembangbiakan.

Kelangkaannya membuat bunga ini harus mendapatkan perlakuan khusus, baik dari wisatawan yang melihat ataupun dari penelitinya. Walaupun langka, rafflesia dapat ditemukan di beberapa hutan, kebun raya, dan taman nasional di Sumatera, Banten, juga Jawa Barat.

(Baca juga : Google Doodle Tampilkan Bunga Rafflesia Arnoldii, Mengapa?)

Sayangnya, banyak rafflesia yang berumur pendek setelah dibuka menjadi obyek wisata. Penyebab terbesarnya ialah ulah manusia yang tidak paham akan perlakuan hidup si puspa langka Indonesia ini.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Khusus Rafflesia dan Anggrek di Kebun Raya Bogor, Sofie Mursidawati memberikan empat hal yang tidak boleh dilakukan saat melihat bunga rafflesia.

Bunga Rafflesia arnoldii mekar di Hutan Lindung Bukit Daun Register 5, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Minggu (9/3/2014). Tidak seperti umumnya raflesia dengan lima kelopak, raflesia ini berkelopak enam. Diperlukan komitmen kuat banyak pihak untuk menjaga habitat asli bunga terbesar di dunia ini.
KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN Bunga Rafflesia arnoldii mekar di Hutan Lindung Bukit Daun Register 5, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Minggu (9/3/2014). Tidak seperti umumnya raflesia dengan lima kelopak, raflesia ini berkelopak enam. Diperlukan komitmen kuat banyak pihak untuk menjaga habitat asli bunga terbesar di dunia ini.

1. Dilarang menginjak dan duduk di inangnya

Bunga purba yang dimiliki Indonesia ini sangat bergantung dengan inangnya, yaitu tumbuhan anggur hutan menjalar. Bagian akar inangnya rusak, maka akan terganggu bahkan mati rafflesianya.

Namun, menurut Sofie, banyak yang tidak tahu dengan menginjak bahkan menduduki inangnya saat berfoto dengan rafflesia.

(Baca juga : Catat! Ini 6 Tempat untuk Melihat Bunga Rafflesia Arnoldii)

"Dia (rafflesia) tumbuh di inangnya yang malang-melintang itu kemana-mana. Wisatawan banyak yang ga tau, keinjek akarnya bahkan foto sambil didudukin, bisa putus akar inangnya," kata Sofie saat dihubungi KompasTravel, Senin (9/1/2018).

Bunga Rafflesia arnoldii mekar di hutan Cagar Alam Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, Rabu (15/5/2013). Setiap kali ada bunga rafflesia yang mekar di hutan yang dibelah Jalan Raya Bengkulu-Kepahiang itu selalu menarik perhatian wisatawan dan warga yang melintas. Diperlukan upaya perlindungan habitat rafflesia yang serius dari pemerintah agar bunga terbesar di dunia itu tidak punah.KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN Bunga Rafflesia arnoldii mekar di hutan Cagar Alam Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, Rabu (15/5/2013). Setiap kali ada bunga rafflesia yang mekar di hutan yang dibelah Jalan Raya Bengkulu-Kepahiang itu selalu menarik perhatian wisatawan dan warga yang melintas. Diperlukan upaya perlindungan habitat rafflesia yang serius dari pemerintah agar bunga terbesar di dunia itu tidak punah.
2. Dilarang terlalu dekat

Tumbuhan inang rafflesia yang merambat, semakin tua akan semakin luas menjalar. Hal itu membuat jarak aman melihat bunga langka tersebut amat beragam.

"Kalau inangnya muda si lima meter udah aman banget, tapi kalau inangnya tua, akarnya kemana-mana bisa lebih (dari lima mater). Jarak dekat pasti ada inangnya itu," terang Sofie yang sejak 2004 meneliti puspa langka ini.

(Baca juga : Wisman Kagumi Rafflesia Arnoldii)

Ia menyarankan untuk memperhatikan jalur akar pohon inang rafflesia, agar tidak diganggu bahkan dirusak. Sofie menyebut pengaman seperti pagar seperti di beberapa kebun raya bisa dipasang.

"Sangat riskan terjadi di hutan atau kebun yang tanpa penjagaan. Sehingga tour guide dan wisatwan bisa sembarangan memperlakukan bunga rafflesia ini, karena mereka memang belum paham," kata Sofie, yang rutin mendapat informasi dari Forum Komunikasi Rafflesia dan Amorpophalus.

Kepala Bidang Teknis dan Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Muniful Hamid memeriksa kondisi bunga padma atau yang dikenal dengan sebutan Rafflesia arnoldii, Minggu (31/1).

 *** Local Caption *** Kepala Bidang Teknis dan Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Muniful Hamid memeriksa kondisi bunga padma atau yang biasa dikenal dengan sebutan raflesia arnoldi di Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Minggu (31/1). Bunga padma merupakan salah satu flora nusantara yang menjadi identitas Indonesia.KOMPAS / ANGGER PUTRANTO Kepala Bidang Teknis dan Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Muniful Hamid memeriksa kondisi bunga padma atau yang dikenal dengan sebutan Rafflesia arnoldii, Minggu (31/1). *** Local Caption *** Kepala Bidang Teknis dan Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Muniful Hamid memeriksa kondisi bunga padma atau yang biasa dikenal dengan sebutan raflesia arnoldi di Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Minggu (31/1). Bunga padma merupakan salah satu flora nusantara yang menjadi identitas Indonesia.

3. Dilarang menyentuh

Menyentuh ialah salah satu kebiasaan yang masih banyak ditemui orang yang melihat rafflesia. Baik wisatawan, masyarakat lokal, maupun pemandu wisata.

Menurut Sofie, wisatawan sebaiknya itu menyentuh bunga rafflesia. Kata Sofie, saat menyentuh bunga rafflesia bisa menyebabkan transfer bakteri hingga pengrusakan oleh oknum manusia.

(Baca juga : Menengok Rafflesia Arnoldii di Bukit Barisan Selatan)

"Perlakuannya sama saja seperti ketemu hewan langka, monyet misalnya, kan harus steril, atau tidak nyentuh. Tangan itu riskan menyebarkan bakteri, yang dipegang sebelumnya apa, kita ga tau," tegas Sofie.

Rhenald Kasali bersama dengan bunga Rafflesia arnoldii tengah mekar di tengah hutan Bengkuludok. Pribadi Rhenald Kasali bersama dengan bunga Rafflesia arnoldii tengah mekar di tengah hutan Bengkulu

4. Merusak berarti membunuhnya

Terakhir ia memberi peringatan keras pada oknum yang masih merusak. Memetik beberapa bagian atau semuanya untuk keperluan pribadi.

"Kadang ada tourist guide yang sengaja nyabut bunganya, dikasih ke bule supaya bisa nyium bau khasnya bunga (rafflesia). Sudah itu matilah, lepas dari inangnya," terang Sofie.

Terakhir ia berharap agar lebih disosialisasikan informasi mengenai rafflesia. Agar banyak wisatawan dan pengelola wisata yang sadar akan berharganya puspa langka Indonesia tersebut.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorWahyu Adityo Prodjo
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM