Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jumlah Kunjungan Museum Timah Indonesia Meningkat pada September 2022

Kompas.com - 14/10/2022, 19:47 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Museum Timah Indonesia (MTI) di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mencatat jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 1.123 orang selama bulan September 2022, atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Agustus 2022, terdapat 840 wisatawan yang mengunjungi museum ini.

Baca juga:

"Alhamdulillah, pasca-pandemi COVID-19 ini kunjungan wisatawan di MTI terus meningkat," kata Ketua Museum Timah Indonesia, Fakhrizal Abubakar, dikutip dari Antara, Jumat (14/10/2022).

Ia melanjutkan, sebagian besar wisatawan yang mendatangi museum tersebut pada bulan September adalah pelajar dan mahasiswa dari Jakarta, Bandung, Bengkulu, Palembang, Aceh, dan Surabaya. Ada pula wisatawan mancanegara. 

Baca juga: Liburan, Ayo Belajar Sejarah Tambang di Museum Timah

Adapun tujuan mereka ke museum itu adalah untuk study tour, penelitan, dan wisata. 

"Kunjungan museum sekarang telah normal kembali karena pelonggaran Covid-19 yang dilakukan pemerintah," ujarnya.

Sebagai informasi, Museum Timah Indonesia menjadi salah satu tempat untuk mengetahui sejarah pertambangan timah di Tanah Air, termasuk Bangka Belitung. 

Baca juga:

Dari Bandara Depati Amir, jaraknya 9-14 kilometer dengan waktu tempuh hampir 30 menit.

Dilansir dari Kompas.com, Minggu (30/4/2017), pengunjung juga bisa melihat aneka benda yang berhubungan dengan kegiatan pertambangan, termasuk replika kapal keruk. 

Baca juga: Ketika Wakil Gubernur Pattani Kagumi Museum Timah Indonesia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

Jalan Jalan
3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

Hotel Story
Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Jalan Jalan
Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga Mulai Rp 20.000

Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga Mulai Rp 20.000

Jalan Jalan
Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Travel Tips
4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

Jalan Jalan
Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahim Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahim Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Jalan Jalan
Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Travel Tips
8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

Travel Tips
Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Travel Update
8 Tips Hindari Barang Bawaan Tertinggal, Gunakan Label yang Mencolok

8 Tips Hindari Barang Bawaan Tertinggal, Gunakan Label yang Mencolok

Travel Tips
Sandiaga Harap Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Hijau

Sandiaga Harap Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Hijau

Travel Update
10 Tips Bermain Trampolin yang Aman dan Nyaman, Pakai Kaus Kaki Khusus

10 Tips Bermain Trampolin yang Aman dan Nyaman, Pakai Kaus Kaki Khusus

Travel Tips
Ekspedisi Pertama Penjelajah Indonesia ke Kutub Utara Batal, Kenapa?

Ekspedisi Pertama Penjelajah Indonesia ke Kutub Utara Batal, Kenapa?

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com