Kompas.com - 25/08/2013, 13:54 WIB
Seorang wisatawan menikmati terumbu karang dengan 'snorkeling' atau selam dangkal yang terdapat di kawasan perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (26/6/2011). Pulau Pari merupakan bagian dari 12 pulau dari kelurahan Pari yang berpenghuni 789 jiwa dengan mata pencarian 90 persen sebagai nelayan. Pulau tersebut juga menawarkan potensi keindahan alam bahari seperti pantai pasir putih dan terumbu karang. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHISeorang wisatawan menikmati terumbu karang dengan 'snorkeling' atau selam dangkal yang terdapat di kawasan perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (26/6/2011). Pulau Pari merupakan bagian dari 12 pulau dari kelurahan Pari yang berpenghuni 789 jiwa dengan mata pencarian 90 persen sebagai nelayan. Pulau tersebut juga menawarkan potensi keindahan alam bahari seperti pantai pasir putih dan terumbu karang.
EditorI Made Asdhiana
Berkali-kali Shumaila (10) menceburkan diri ke laut meski sudah diperingatkan segera naik perahu. ”Terumbu karangnya bagus banget,” kata siswi yang baru naik kelas IV SD itu saat snorkeling di perairan Pulau Air, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Bahkan, hingga malam hari, Shumaila masih belum bisa melupakan pengalamannya melihat langsung keindahan terumbu karang. ”Teringat-ingat terus terumbu karang dan ikan-ikan. Indah sekali,” katanya.

Shumaila sulit melupakan kejernihan air laut Kepulauan Seribu yang sedemikian bening sampai bisa melihat hingga dasar pantai. Keanekaragaman hayati yang kaya terumbu karang, ikan warna-warni, dan penyu membuat gadis kecil ini serasa berlibur tidak di Jakarta.

Shumaila sedang menikmati liburan bersama ibu, tante, sepupu, dan neneknya di Pulau Tidung, salah satu gugusan di Kepulauan Seribu. Liburan tiga hari dua malam itu dirasa belum cukup.

Pilihan wisata

Obyek wisata Kepulauan Seribu, yang merupakan gugusan pulau-pulau kecil, berjarak tempuh 1-2 jam dari Jakarta Utara. Namun, harus diakui, sarana wisatanya masih terbatas.

Namun, tenang saja, warga penyedia jasa wisata di Kepulauan Seribu mempunyai paket wisata yang lengkap, mulai dari akomodasi, makanan, hingga kegiatan di sana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk paket dua hari satu malam biayanya Rp 350.000-Rp 500.000 per orang. Paket tiga hari dua malam Rp 450.000-Rp 600.000 per orang.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Wisatawan melintasi Jembatan Cinta sepanjang 800 meter yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, di Kepulauan Seribu, Sabtu (14/5/2011). Pulau ini kian dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari. Pada hari libur, pulau yang memiliki lebar sekitar 200 meter dan panjang hanya 5 kilometer, ini ramai dikunjungi wisatawan.
Shumaila dan keluarga memilih paket wisata tiga hari dua malam. Obyek tujuannya ialah Pulau Tidung dan Pulau Pramuka. Biaya yang dikeluarkan keluarga Shumaila sudah mencakup biaya perjalanan pergi-pulang Jakarta-Pulau Tidung, paket kegiatan, makanan, dan pemondokan yang menghadap laut.

Nah, jika mengikuti paket wisata yang disediakan warga itu, perjalanan dari Jakarta ke Pulau Tidung ditempuh dengan menumpang kapal kayu tradisional. Waktu tempuhnya sekitar dua jam dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Kapal ini bisa mengangkut sampai 200 orang dan bisa disewa.

Jika ingin memangkas waktu, naiklah kapal cepat dari Pelabuhan Kaliadem atau Muara Angke. Ongkosnya Rp 60.000 per orang. Pelabuhan ini dekat dengan dermaga tradisional.

Pelabuhan Muara Angke kurang nyaman bagi wisatawan. Seluruh permukaan lantainya basah karena pelabuhan itu digunakan pula untuk pendaratan ikan. Tidak ada kursi bagi penumpang untuk menunggu kapal selain bangku-bangku yang disediakan di warung kopi. Namun, kekurangan itu akan terbayar setiba di Pulau Tidung dengan kejernihan air laut hingga ke dasar pantai serta udara yang sejuk dan tiada polusi.

Banyak kemajuan

Dalam tiga tahun terakhir, wisata bahari Kepulauan Seribu dikembangkan warga setempat. Ada banyak kemajuan. Penginapan bukan lagi hanya kamar-kamar di rumah warga, melainkan juga cottage dan hotel sehingga lebih nyaman bagi wisatawan yang menginginkan privasi.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Wisatawan mandi dan bermain di jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, di Kepulauan Seribu, Sabtu (14/5/2011). Pulau ini kian dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari. Pada hari libur, pulau yang memiliki lebar sekitar 200 meter dan panjang hanya 5 kilometer, ini ramai dikunjungi wisatawan.
Jika sudah tiba di lokasi, tak perlu terburu-buru menikmati wisata laut. Beristirahatlah sejenak di penginapan. Setelah itu, mulailah petualangan.

Memikat hati

Pulau Tidung yang berpasir putih menyediakan sejumlah wahana wisata pantai untuk anak hingga dewasa, yakni kano, banana boat, doughnut boat, speed boat, dan jet ski. Jika ikut paket, wisatawan umumnya diberikan fasilitas satu kali mencoba banana boat. Untuk wahana lain, biaya Rp 35.000 per orang. Jet ski yang agak menguras dalam isi dompet dengan biaya Rp 300.000 per setengah jam.

Paling seru menikmati wahana banana boat dan doughnut boat bersama teman atau saudara. Banana boat dikenal sebagai perahu berbentuk pisang dan doughnut boat berbentuk donat yang keduanya ditarik kapal cepat. Pengalaman seru menikmati berselancar di atas laut dengan kecepatan tinggi. Menjadi lebih seru ketika perahu sengaja dibalikkan agar penumpang tercebur ke laut. Saat itu terjadi, jangan khawatir tenggelam karena semua penumpang dilengkapi rompi pelampung.

Wahana-wahana di Pulau Tidung beroperasi hingga sore hari. Rasanya sangat menyenangkan bermain di pantai yang berpasir putih dan bersih.

Bersepeda

Selain menikmati wahana, kelilingilah pulau dengan sepeda. Sepeda-sepeda yang disediakan saat ini memiliki keranjang di depan untuk menaruh tas dan berkondisi lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang usang.

Saat malam hari, waktu bisa digunakan untuk beristirahat di penginapan guna memulihkan tubuh yang lelah bermain di pantai seharian. Istirahat sebagai persiapan mengarungi lautan esok hari menuju tempat penangkaran beragam ikan laut serta snorkeling di kawasan Pulau Pramuka dan Pulau Air.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Wisatawan berenang dan bermain 'banana boat' di pantai Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Sabtu (14/5/2011). Pulau ini kian dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari. Pada hari libur, pulau yang memiliki lebar sekitar 200 meter dan panjang hanya 5 kilometer, ini ramai dikunjungi wisatawan.
Setelah sarapan, tepat pukul 08.00, perjalanan ke Pulau Pramuka dimulai dari Pulau Tidung dengan menumpangi kapal kayu. Perjalanan ini memakan waktu sekitar satu jam. Bagi penghobi memancing, bisa sekaligus memanfaatkan kesempatan itu dengan melempar joran.

Wisatawan akan tiba di restoran apung dekat Pulau Pramuka yang menyediakan kolam ikan laut berisi ikan hiu, ikan kuwe, ikan kakap, dan sejumlah ikan hias. Tak terbilang lagi rasanya bisa menyaksikan ikan-ikan itu dari jarak dekat di tengah laut.

Puas menyaksikan ikan-ikan laut, wisata dilanjutkan ke Pulau Air yang berjarak cuma 15 menit untuk snorkeling. Sebelum ke Pulau Air, wisatawan akan diajak ke Pulau Panggang. Di sini, belilah perbekalan.

Saat tiba di lokasi snorkeling, pemandu akan memberikan rompi pelampung, kacamata, dan pipa snorkeling untuk bernapas. Bagi yang tidak bisa berenang, jangan takut mencoba karena disediakan rompi pelampung. Perairan Pulau Air merupakan salah satu kawasan terumbu karang luas. Dari atas kapal, hamparan terumbu karang sudah tampak jelas.

Selain peralatan, pemandu wisata juga membawa botol berisi roti yang telah dicampur air sebagai umpan supaya ikan-ikan mendekat. Kesempatan memberikan makan ikan ini sangat menyenangkan karena dapat bersentuhan dengan ikan-ikan laut yang beragam warnanya.

Saat tubuh didekati ikan-ikan, ada kala timbul rasa sakit karena kaki digigit ikan. Namun, rasa sakit itu tidaklah seberapa dibandingkan dengan pengalaman bersentuhan dengan ikan-ikan di tengah laut. ”Ikan-ikan gigitin kaki aku. Agak sakit, sih, tetapi seru karena bisa kasih makan langsung ke gerombolan ikan,” kata Shumaila.

KOMPAS/AGUS SUSANTO Kapal pesiar merapat di Pulau Antuk Timur, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Kamis (15/9/2011). Sebanyak 15 persen kawasan di Kabupaten Kepulauan Seribu merupakan taman nasional yang menyimpan potensi laut dan wisata .
Liburan semakin nikmat saat santap malam. Hidangan ikan bakar pun masuk dalam paket wisata. Ikan bakar yang disajikan jelas ikan segar. Rasanya luar biasa. Itu sebabnya, perjalanan tiga hari dua malam pun terasa tak cukup. Tembang lawas Pulau Seribu yang dipopulerkan Tetty Kadi, yang mengungkapkan keindahan gugusan pulau di utara Jakarta itu, sungguh benar adanya. Pulau Seribu memikat hati sungguh indah.

Cendera mata dijual mulai dari Rp 5.000 untuk gantungan kunci atau magnet hingga Rp 50.000 untuk kaus. Karena itu, jangan lupa membawa uang tunai cukup karena di sana hanya tersedia satu mesin ATM.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.