Kompas.com - 07/01/2014, 11:12 WIB
Momen tahun baru 2014 dimanfaatkan sejumlah pencinta alam mendaki Gunung Burni Telong di Bener Meriah, Aceh, Rabu (1/1/2014). Gunung Burni Telong merupakan gunung api aktif tertinggi di Aceh. Selain itu, gunung ini juga menjadi puncak tertinggi Dataran Tinggi Gayo. KOMPAS/MOHAMAD BURHANUDINMomen tahun baru 2014 dimanfaatkan sejumlah pencinta alam mendaki Gunung Burni Telong di Bener Meriah, Aceh, Rabu (1/1/2014). Gunung Burni Telong merupakan gunung api aktif tertinggi di Aceh. Selain itu, gunung ini juga menjadi puncak tertinggi Dataran Tinggi Gayo.
EditorI Made Asdhiana
CAHAYA mentari serasa terengah-engah menembus rimbunan rimba saat melintasi jalur pendakian Gunung Burni Telong, Provinsi Aceh, Selasa (31/12/2013). Riuh rendah kicauan burung dan seru siamang meningkahi kesunyian alam. Namun, harmoni rimba tersebut serasa runtuh saat menyaksikan perambahan menggerus kawasan hutan itu.

Sinar senja menyambut saat tiba di kaki gunung. Rimbun rimba yang membentuk kanopi tak terlihat lagi. Hamparan tanaman kopi diselingi rerumputan liar, ilalang, dan pokok-pokok pohon hutan yang terpotong menguasai pandangan.

Perjalanan dilanjutkan ke ujung Desa Rembune, Kecamatan Timang Gajah, untuk menuju rumah Mamak, guna beristirahat setelah turun dari pendakian. Namun, sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan kopi. Di beberapa petak terlihat tanaman sayuran, tembakau, dan palawija.

Perambahan

Sebagian tanaman itu ada yang ditanam di kawasan rimba. Ada pula yang dibuka di lahan lereng dengan kemiringan hingga 30 derajat yang semestinya dilarang untuk dijadikan tempat penanaman. Tampak pula area hutan yang gundul, tak terolah dan menjelma jadi lahan kritis.

”Dulu hutan di kaki Gunung Burni Telong tidak seperti ini. Sekitar 10 tahun lalu apa yang sekarang terlihat di kaki gunung sebagai kebun-kebun ini masih hutan. Perambahan memang semakin parah,” kata Irwan Yoga, aktivis lingkungan di Aceh Tengah, yang sudah mendaki Gunung Burni Telong sejak 1994.

Di ujung Desa Rembune, persisnya di depan lorong pendakian Gunung Burni Telong, terpampang papan yang dipasang oleh Perhutani, yang bertuliskan tentang peringatan agar menjaga kelestarian hutan. Namun, peringatan tinggal peringatan. Dari tahun ke tahun, perambahan terus berjalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagian besar lereng dan kaki Gunung Burni Telong berada di Kecamatan Timang Gajah, Bukit, dan Wih Pesam. Sesuai data Dinas Kehutanan Kabupaten Bener Meriah, di Kecamatan Wih Pesam saja ada sekitar 500 hektar kawasan hutan di kaki dan lereng Gunung Burni Telong yang telah dirambah. Di Timang Gajah, lebih dari 600 hektar juga sudah beralih fungsi.

Sebenarnya upaya mencegah terus berlanjutnya perambahan pernah dilakukan sejumlah pihak. Namun, upaya tersebut selalu gagal.

Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) yang dilakukan Perhutani sudah bertahun-tahun tak ada kelanjutan. Benih-benih tanaman keras yang dibagikan kepada petani sekitar hutan banyak yang mati. Ada yang sudah ditanam, lalu dicabut kembali. Petani lebih memilih menanam tanaman produktif, seperti kopi, daripada merehabilitasi lahan hutan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Oleh-oleh Makanan Tahan Lama Khas Manado, Ada Manisan Pala

8 Oleh-oleh Makanan Tahan Lama Khas Manado, Ada Manisan Pala

Jalan Jalan
10 Pantai Dekat Jakarta, Cocok untuk Para Pencinta Ketenangan

10 Pantai Dekat Jakarta, Cocok untuk Para Pencinta Ketenangan

Jalan Jalan
Sinyal dan Aplikasi PeduliLindungi Jadi Kendala Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata Tahap I

Sinyal dan Aplikasi PeduliLindungi Jadi Kendala Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata Tahap I

Travel Update
Hari Kereta Api Nasional, Ini 5 Stasiun yang Juga Jadi Tempat Wisata

Hari Kereta Api Nasional, Ini 5 Stasiun yang Juga Jadi Tempat Wisata

Jalan Jalan
Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Pendiri sampai Keruntuhannya

Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Pendiri sampai Keruntuhannya

Jalan Jalan
5 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia, Bisa Lihat Pegunungan

5 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia, Bisa Lihat Pegunungan

Jalan Jalan
8 Tempat Wisata di Bantul Dapat Sertifikat CHSE, Sisanya Terhalang Kuota

8 Tempat Wisata di Bantul Dapat Sertifikat CHSE, Sisanya Terhalang Kuota

Travel Update
Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Jalan Jalan
Pengelola Wisata Mazola di Lamongan Beri Diskon Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Pengelola Wisata Mazola di Lamongan Beri Diskon Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Travel Promo
Rayakan Hari Kereta Api Nasional, Ini 3 Layanan Baru dari PT KAI

Rayakan Hari Kereta Api Nasional, Ini 3 Layanan Baru dari PT KAI

Travel Update
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
5 Aktivitas Seru di Saung Angklung Udjo, Bisa Belajar Membuat Angklung

5 Aktivitas Seru di Saung Angklung Udjo, Bisa Belajar Membuat Angklung

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palangka Raya, Ada Taman Sebangau

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palangka Raya, Ada Taman Sebangau

Itinerary
Penumpang Lepas Tuas Pintu Darurat Bikin Citilink Mendarat Darurat, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membukanya?

Penumpang Lepas Tuas Pintu Darurat Bikin Citilink Mendarat Darurat, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membukanya?

Travel Update
Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah

Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.