Kompas.com - 23/02/2014, 14:54 WIB
Lumbung padi suku Badui. KOMPAS/LUCKY PRANSISKALumbung padi suku Badui.
EditorI Made Asdhiana
HARI Minggu (16/2/2014) pagi, udara terasa segar dan bersih. Mentari pagi menyemburkan cahaya menyinari perkampungan suku Baduy Luar di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Suara burung dan gemericik air yang mengalir di sungai mewarnai perjalanan ”Kompas” ke suku Baduy.

Ada suasana damai yang terasa saat menyusuri rumah-rumah panggung milik penduduk suku Baduy Luar yang dibangun saling berhadapan itu.

Mengunjungi Baduy yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Jakarta bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi sekaligus momen untuk menyegarkan diri dari hiruk-pikuk dan keruwetan di Ibu Kota.

Selain itu, pengunjung juga dapat belajar tentang kearifan lokal. Meskipun adat istiadat warga Baduy Luar tidak seketat masyarakat di Baduy Dalam, ciri umum kehidupan mereka sama, yakni hidup berdampingan secara damai selaras dengan alam sekitar.

”Masyarakat suku Baduy hidup dalam kesederhanaan, gotong royong, cinta damai, dan anti-narkoba,” kata Dainah (55), Kepala Desa Kanekes.

Suku Baduy merupakan salah satu suku asli Banten. Jumlah penduduknya sekitar 11.000 jiwa lebih. Lokasi suku Baduy berada di kaki pegunungan Kendeng. Jika ingin menuju ke Baduy Dalam harus berjalan kaki sekitar tiga hingga empat jam.

Di sepanjang perjalanan menuju Baduy Dalam, panorama alam yang indah dan asri bisa dinikmati para pengunjung. Wilayah suku Baduy terbagi dua, yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar. Suku Baduy Dalam merupakan penduduk yang masih menjaga adat istiadat dengan ketat. Adapun Baduy Luar sudah berbaur dengan masyarakat sekitar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hormati adat istiadat

Jika ingin menginap di Kampung Baduy, para pengunjung selain harus mempersiapkan fisik, juga harus menghormati dan mematuhi ketentuan adat yang berlaku di kawasan ulayat masyarakat Baduy.

Menurut Dainah, tanah ulayat masyarakat Baduy seluas 5.000 meter persegi, sementara kawasan hutan lindung yang harus mereka pelihara seluas 3.000 meter persegi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.