Legenda Kemaro Merajut Harmoni...

Kompas.com - 25/02/2014, 16:23 WIB
Kompleks Kelenteng dan Pagoda Hok Cing Bio di Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/1/2014), dilihat dari Sungai Musi. Pulau di tengah Sungai Musi ini menjadi tujuan ratusan ribu orang dari sejumlah daerah setiap perayaan Cap Go Meh atau bulan purnama pertama setelah Imlek. KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUMKompleks Kelenteng dan Pagoda Hok Cing Bio di Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/1/2014), dilihat dari Sungai Musi. Pulau di tengah Sungai Musi ini menjadi tujuan ratusan ribu orang dari sejumlah daerah setiap perayaan Cap Go Meh atau bulan purnama pertama setelah Imlek.
EditorI Made Asdhiana
KISAH cinta Tan Bun An dan Siti Fatimah yang berakhir tragis di Sungai Musi menjadi abadi dalam legenda Pulau Kemaro. Legenda ini menjadi gambaran kentalnya hubungan antara kelompok etnis Tionghoa dan warga lokal di Palembang sejak lama.

Alkisah, Tan Bun An terjun ke Sungai Musi untuk mengejar guci berisi emas hadiah perkawinan dari keluarganya di Tiongkok. Awalnya guci itu dibuang karena disangka hanya berisi sawi asin. Beberapa lama Siti Fatimah menanti di kapal bersama pengawalnya, tetapi kekasihnya tidak muncul.

Pengawalnya yang menyusul terjun pun tak tampak lagi. Dirundung resah, Siti Fatimah, putri Palembang itu, menyusul terjun ke Sungai Musi. Mereka tak pernah terlihat lagi.

Beberapa saat kemudian, dari tempat sejoli itu terjun ke Sungai Musi muncul gundukan tanah serupa pulau kecil. Pulau ini membesar dan tak tenggelam saat Musi pasang sekalipun. Masyarakat lalu menamainya Pulau Kemaro (Kemarau), sebab selalu jauh dari jangkauan pasang Musi.

Inilah legenda asal mula pulau seluas sekitar 180 hektar, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Palembang. Kisah itu kini terukir dalam sebuah batu prasasti di kompleks Kelenteng Hok Cing Bio yang menjadi daya tarik wisata di pulau itu.

Di pulau itu pula, kisah Tan Bun An dan Siti Fatimah dipentaskan kelompok seni wayang orang Tionghoa Sumatera Selatan (So Lam Ko Kek Sia) pada perayaan Cap Go Meh yang berlangsung siang dan malam pada 12-13 Februari lalu. Lakon berjudul ”Sembilan Guci Emas” itu dibawakan dalam bahasa Indonesia dan Mandarin berdialek Hok Kian halus.

KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM Ribuan umat Tridharma dan wisatawan hingga Kamis (13/2/2014) lalu masih memadati perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan. Perayaan yang berlangsung dua hari semalam ini diharapkan menjadi ajang mempererat hubungan warga Tionghoa dan warga etnis lain.
Ini adalah kali pertama wayang orang Tionghoa dibawakan dalam bahasa Indonesia pada perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro. Lakon itu pun termasuk kreasi baru dari lakon yang biasa diambil dari cerita rakyat China. Pementasan ini seolah semakin menguatkan betapa legenda itu tak sekadar menjadi dongeng menarik, tetapi juga media yang mengeratkan hubungan antaretnis di ibu kota Sumsel itu.

Pengurus Kelompok So Lam Ko Kek Sia, Kha Chun Kim (45), mengatakan, lakon ”Sembilan Guci Emas” dalam bahasa Indonesia dimaksudkan agar pengunjung yang tak bisa berbahasa Mandarin pun bisa menikmati pertunjukan itu. Lewat pementasan ini pula, warga Tionghoa itu ingin menyampaikan pesan bahwa mereka juga orang Indonesia.

”Ini juga menguatkan kebersamaan. Lewat pentas wayang orang ini, Cap Go Meh di Pulau Kemaro bukan eksklusif untuk orang China saja,” kata dia.

Pagoda dan Cap Go Meh

Pulau Kemaro terletak di bagian timur Kota Palembang, menyembul di antara kompleks industri dan pelabuhan Palembang. Belum ada fasilitas wisata di sana. Akses darat pun belum tersedia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paket Murah di Waterpark Baru Area Bekasi, Ini Syaratnya...

Paket Murah di Waterpark Baru Area Bekasi, Ini Syaratnya...

Promo Diskon
Weekend di Waterpark Baru Area Bekasi, Coba 10 Wahana Berikut

Weekend di Waterpark Baru Area Bekasi, Coba 10 Wahana Berikut

Jalan Jalan
Jajan di Festival Kuliner Indomaret, Rp 40.000 Dapat Apa?

Jajan di Festival Kuliner Indomaret, Rp 40.000 Dapat Apa?

Makan Makan
Festival Kuliner Indomaret di Solo, Serba Rp 10.000

Festival Kuliner Indomaret di Solo, Serba Rp 10.000

Makan Makan
Berkunjung ke Javanese Food Festival, Jangan Lupa Cicipi 6 Jajanan Khas Jawa Ini

Berkunjung ke Javanese Food Festival, Jangan Lupa Cicipi 6 Jajanan Khas Jawa Ini

Makan Makan
Itinerary Weekend di Banda Aceh, Jelajah Sekitar Blang Padang

Itinerary Weekend di Banda Aceh, Jelajah Sekitar Blang Padang

Jalan Jalan
Glamping Resort Baru di Nusa Penida, Hadir di Tengah Hutan

Glamping Resort Baru di Nusa Penida, Hadir di Tengah Hutan

Jalan Jalan
Kopi Kangen Luncurkan Varian Minuman Non Kopi Bernama Kangen Berat

Kopi Kangen Luncurkan Varian Minuman Non Kopi Bernama Kangen Berat

Whats Hot
Akhir Pekan, Yuk Mampir ke Festival Makanan Jawa di Mal Mangga Dua

Akhir Pekan, Yuk Mampir ke Festival Makanan Jawa di Mal Mangga Dua

Whats Hot
McDonald's Indonesia Bongkar Rahasia Dapur di Kampanye Terbaru

McDonald's Indonesia Bongkar Rahasia Dapur di Kampanye Terbaru

Makan Makan
Takut Liburan Saat Wabah Virus Corona? Astindo Travel Fair 2020 Beri Kupon Ganti Jadwal Penerbangan

Takut Liburan Saat Wabah Virus Corona? Astindo Travel Fair 2020 Beri Kupon Ganti Jadwal Penerbangan

Whats Hot
Harga Paket Wisata Domestik di Astindo Travel Fair 2020, Mulai Rp 500.000-an ke Bali

Harga Paket Wisata Domestik di Astindo Travel Fair 2020, Mulai Rp 500.000-an ke Bali

Whats Hot
3 Destinasi Wisata Indonesia yang Paling Terdampak Isu Virus Corona

3 Destinasi Wisata Indonesia yang Paling Terdampak Isu Virus Corona

Whats Hot
Daftar Harga Paket Wisata Muslim ke Korea di Astindo Travel Fair 2020

Daftar Harga Paket Wisata Muslim ke Korea di Astindo Travel Fair 2020

Travel Tips
Virus Corona, Bupati Samosir Optimistis Target Wisatawan 2020 Terpenuhi

Virus Corona, Bupati Samosir Optimistis Target Wisatawan 2020 Terpenuhi

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X