Kompas.com - 18/06/2014, 13:43 WIB
Masyarakat Nias mempersembahkan atraksi melompati batu (Hombo Batu) pada puncak acara kegiatan 'Bawomataluo 2011' yaitu Pagelaran Atraksi Budaya dan Pameran Promosi Hasil Kerajinan masyarakat Nias di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan, Sumut, Minggu (15/5/2010). Pagelaran kebudayaan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, tersebut disambut antusiasme wisatawan lokal dan mancanegara.  TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJIMasyarakat Nias mempersembahkan atraksi melompati batu (Hombo Batu) pada puncak acara kegiatan 'Bawomataluo 2011' yaitu Pagelaran Atraksi Budaya dan Pameran Promosi Hasil Kerajinan masyarakat Nias di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan, Sumut, Minggu (15/5/2010). Pagelaran kebudayaan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, tersebut disambut antusiasme wisatawan lokal dan mancanegara.
|
EditorI Made Asdhiana
GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melaksanakan Lokakarya selama 2 hari mulai 17-18 Juni 2014 di Kantor Bupati Nias, Jl Pelud Binaka Km 9, Ononamölö 1 Lot, Gunungsitoli Selatan, Nias, Sumatera Utara, Rabu (18/6/2014). Pertemuan yang melibatkan lima kepala daerah di Kepulauan Nias ini untuk mendorong perkembangan industri pariwisata berbasis masyarakat.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengharapkan keseriusan para pejabat di daerah dalam melakukan pengembangan pariwisata berkelanjutan ini. Menurut Sapta, Nias memiliki aneka kekayaan wisata lainnya, baik alam maupun budaya.

Dalam lokakarya tersebut, Sapta mengatakan Kepulauan Nias harus lebih dari Pulau Bali. Sebagai contoh, selain Pantai Sorake/Lagundri yang selama ini terkenal sebagai tempat surfing, beberapa obyek wisata potensial lainnya adalah Pulau Asu di Kabupaten Nias Barat, Pantai Pasir Merah, Pantai Berbisik, Pantai Toyolawa dan Pantai Hoya.

Sapta menjelaskan, Kepulauan Nias memang punya daya tarik alam dan budaya yang sangat indah. Dia mengharapkan dalam pengembangan pariwisata Nias ke depan dapat mengangkat jenis wisata yang tidak merusak alam, dan memiliki keuntungan bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat.

KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWA Wakil Menteri Parekraf Sapta Nirwandar memukul gong saat membuka Lokakarya Pengembangan Pariwisata Nias yang disaksikan oleh Lima Kepala Daerah yang ada di Kepulauan Nias, di Kantor Bupati Nias, Jl Pelud Binaka Km 9, Ononamölö 1 Lot, Gunungsitoli Selatan, Nias, Sumatera Utara.
Sapta mengatakan untuk mengembangkan pariwisata, Kepulauan Nias butuh dukungan juga dari lintas kementerian lainnya seperti Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan agar harapan ini bisa terlaksana dengan maksimal. “Kepulauan Nias memiliki potensi wisata dan hingga kini belum dikelola secara maksimal,” kata Sapta.

Menurut Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM, jumlah wisatawan yang berkunjung di Kepulauan Nias tahun 2013 sudah mencapai 1.300 orang dan diharapkan tahun 2014 bisa lebih banyak lagi turis yang datang. “Nias masih mengharapkan bantuan dari pusat dalam pengembangan pariwisata,” kata Sokhiatulo.

Dalam lokakarya ini juga dilaksanakan penandatangan nota kesepahaman (MoU) tentang pengembangan pariwisata. Pertama, kerja sama sinergis di bidang kepariwisataan yang terintegrasi antar-kabupaten dan kota di Kepulauan Nias. Kedua, kerja sama pembangunan kepariwisataan meliputi aspek perencanaan, destinasi, daya tarik wisata, pengembangan sumber daya manusia dan promosi pariwisata Kepulauan Nias.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga, kerja sama pembangunan kepariwisataan Kepulauan Nias secara teknis dituangkan dalam rencana aksi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari nota kesepahaman kerja sama ini, yang dalam pelaksanaannya difasilitasi Forum Kepala Daerah Kepulauan Nias. Keempat, mendorong Kepulauan Nias menjadi kawasan strategis pariwisata nasional dan tumbuhnya destinasi tujuan wisata nasional.

Kelima, mendorong terlaksananya penyelenggaraan agenda internasional dan agenda lokal secara periodik di Kepulauan Nias yang dimulai pada tahun 2015.

TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI Masyarakat Nias mempersembahkan sebuah tarian tradisional pada puncak acara kegiatan 'Bawomataluo 2011' yaitu Pagelaran Atraksi Budaya dan Pameran Promosi Hasil Kerajinan masyarakat Nias di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan, Sumut, Minggu (15/5/2010). Pagelaran kebudayaan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, tersebut disambut antusiasme wisatawan lokal dan mancanegara.
MoU tersebut melibatkan Kemenparekraf yang ditandatangi oleh Sapta Nirwandar, Kementerian PU ditandangani Wamen PU Hermanto Dardak, Kementerian Perhubungan ditandatangani Agus Edy Susilo serta Bupati Nias Sökhiatulö Laoli, Bupati Nias Utara Edward Zega, Bupati Nias Barat Arozisökhi A. Gulö dan Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase. Sedangkan Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi tidak ikut menandatangani karena tidak hadir dalam lokakarya tersebut.

Selama lokakarya, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar juga mengunjungi beberapa lokasi wisata di antaranya Museum Pusaka Nias, Pantai Muara Indah, Pantai Sorake, Desa Megalitik Bawomatulo.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.