Kompas.com - 06/08/2014, 09:36 WIB
EditorI Made Asdhiana
GUNUNGAN nasi dan lauk yang dibungkus daun jati, setinggi sekitar 2,5 meter, langsung habis diambil ratusan warga dan wisatawan yang memadati pelataran Goa Kreo, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/8/2014). Nasi golong yang oleh warga setempat disebut sego kethek (nasi monyet) itu hanya boleh diberi lauk sayuran, tempe, dan tahu.

Sementara itu, gunungan buah-buahan langsung diserbu puluhan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) begitu diletakkan di depan pintu Goa Kreo yang berada di tengah-tengah Waduk Jatibarang. Sesuai namanya, rewanda yang artinya monyet, sesaji ini memang ditujukan bagi monyet-monyet yang selama ini menghuni kawasan Goa Kreo.

Selain gunungan buah-buah dan gunungan sego kethek, masih ada dua gunungan lain, yaitu gunungan hasil bumi (yang berisi antara lain jagung, singkong, mentimun, wortel, kacang tanah) serta gunungan lepet dan ketupat. Empat gunungan ini merupakan bagian dalam ritual Sesaji Rwanda yang berlangsung meriah di desa wisata Kandri. Ritual yang selalu diadakan warga Kandri pada 1 Syawal atau hari ketiga hari raya Idul Fitri ini juga menjadi atraksi wisata unggulan Pemerintah Kota Semarang.

Ritual Sesaji Rewanda diawali dengan arak-arak mengusung empat gunungan dari Kampung Kandri ke Goa Kreo, sepanjang sekitar 800 meter. Di barisan terdepan, empat orang dengan riasan dan kostum monyet warna merah, putih, hitam, dan kuning. Barisan selanjutnya adalah replika batang kayu jati yang konon diambil oleh Sunan Kalijaga. Baru kemudian barisan gunungan dan para penari.

Menurut tokoh masyarakat Kandri yang juga keturunan juru kunci Goa Kreo, Mbah Kasmani, ritual Sesaji Rewanda sudah berlangsung sejak lama. Ada tiga tujuan warga Kandri melestarikan tradisi ini. Pertama, bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan keselamatan selama ini.

Kedua, ritual arak-arakan dengan mengusung replika batang kayu jati tersebut merupakan bagian dari napak tilas Sunan Kalijaga saat ke Goa Kreo yang dahulu merupakan kawasan hutan jati. Sunan Kalijaga mencari batang kayu jati pilihan untuk mendirikan Masjid Agung di Demak.

”Ritual sesaji ini juga untuk memberi makan para monyet. Ini bentuk upaya warga untuk menjaga keseimbangan alam dan hewan di kawasan Kreo. Para monyet itu konon juga membantu Sunan Kalijaga menggulirkan batang kayu jati supaya bisa hanyut ke Sungai Kreo untuk dibawa ke Demak,” ujar Kasmani.

Obyek wisata

Ketika arak-arakan gunungan tiba di pelataran Goa Kreo, wisatawan disuguhi pertunjukan sejumlah tarian, seperti tari gambyong, semarangan, dan wanara atau tarian monyet yang dimainkan anak-anak. Sesaat setelah pemuka masyarakat setempat memberi doa, sesaji gunungan selain gunungan buah-buahan boleh diambil oleh siapa saja. Gunungan buah-buahan khusus untuk monyet.

Sebelum 2002, ritual ini murni swadaya warga Kandri. Warga selalu menggelar sesaji pada hari ke-3 setelah 1 Syawal atau sepakan setelah Idul Fitri. Lambat laun, tradisi ini semakin menarik perhatian banyak wisatawan dari Kota Semarang dan dari luar kota.

Pada 2002, Pemerintah Kota Semarang mengangkat ritual dan tradisi Sesaji Rewanda sebagai ikon wisata unggulan Kota Semarang. Sejak itu, Pemkot selalu memberikan bantuan anggaran untuk mendukung prosesi dan tradisi Sesaji Rewanda. Tahun ini, tak kurang Rp 29 juta dikucurkan guna menjadikan tradisi adat ini semakin meriah.

Tokoh pegiat Desa Kandri, Widodo, mengatakan, monyet-monyet di Goa Kreo menjadi pertanda kelestarian lingkungan di daerah tersebut. Goa Kreo selama ini dijaga juru kunci Mbah Jamad dan keturunannya, yang asli Kandri.

Bagi warga Kandri, tingkah polah monyet itu juga pertanda lingkungan ataupun kawasan hutan di daerah ini tetap lestari atau sedang berubah. Ketika proyek Waduk Jatibarang mengepung Goa Kreo, banyak monyet dari luar Kandri berdatangan. Mereka tampaknya terusik karena ada bukit dikepras, hutan dibabat, dan alih fungsi lahan yang menyebabkan monyet kekurangan makanan.

Salah satu pengunjung, Bayu dari Kabupaten Demak, mengatakan, mengingat tradisi ini sudah menjadi agenda wisata, sebaiknya Pemkot Semarang membuat jalan baru. Dengan demikian, wisatawan tidak terjebak macet saat akan pulang. (Winarto Herusansono)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

Jalan Jalan
Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Jalan Jalan
Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Travel Update
5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

Travel Update
Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Jalan Jalan
6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

Travel Tips
Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Jalan Jalan
Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Jalan Jalan
Pemerintah Dorong Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Indonesia

Pemerintah Dorong Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Indonesia

Travel Update
Bukit Golo Geleng NTT, Tempat Nikmati Matahari Terbit dari Ketinggian

Bukit Golo Geleng NTT, Tempat Nikmati Matahari Terbit dari Ketinggian

Jalan Jalan
Arab Saudi Larang Warganya ke 16 Negara, Ada Indonesia dan Turki

Arab Saudi Larang Warganya ke 16 Negara, Ada Indonesia dan Turki

Travel Update
Tips Melakukan Solo Trekking, Jelajahi Alam Sendirian Tanpa Guide

Tips Melakukan Solo Trekking, Jelajahi Alam Sendirian Tanpa Guide

Travel Tips
Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Terumbu Karang Karya Nelayan Lokal

Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Terumbu Karang Karya Nelayan Lokal

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Travel Update
Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.