Festival Kora-kora Diupayakan Masuk Agenda Pariwisata Nasional

Kompas.com - 09/12/2014, 17:08 WIB
Perahu kora-kora merupakan perahu adat Maluku. Perahu tradisional yang asli hanya dipakai untuk upacara adat dan tidak digunakan untuk perlombaan perahu. Jika tidak dipakai untuk upacara adat, perahu kora-kora disimpan di tempat penyimpanan kampung adat. KOMPAS/M CLARA WRESTIPerahu kora-kora merupakan perahu adat Maluku. Perahu tradisional yang asli hanya dipakai untuk upacara adat dan tidak digunakan untuk perlombaan perahu. Jika tidak dipakai untuk upacara adat, perahu kora-kora disimpan di tempat penyimpanan kampung adat.
EditorI Made Asdhiana
TERNATE, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut), akan mengupayakan Festival Kora-kora yang digelar di Ternate setiap pertengahan Desember masuk kalender pariwisata nasional.

Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Ternate, Sutopo Abdullah di Ternate, Senin (8/12/2014) mengemukakan Festival Kora-kora layak masuk kalender pariwisata nasional, karena selain menampilkan berbagai kegiatan menarik, juga telah menjadi agenda tetap kegiatan kepariwisataan di Kota Ternate.

Festival Kora-Kora yang digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi Ternate, umumnya diisi dengan kegiatan bahari sehingga sekaligus sebagai sarana untuk membangkitkan semangat bahari di masyarakat Ternate.

Sutopo Abdullah mengatakan, pada Festival Kora-kora dalam rangka memperingati Hari Jadi Ternate yang ke-764 tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat telah menyiapkan sejumlah kegiatan menarik, seperti lomba mancing tradisional, lomba foto bawah laut, lomba dayung perahu kora-kora dan pawai perahu kora-kora hias.

Fesitval Kora-Kora yang akan berlangsung tanggal 13-14 Desember 2014 itu dipusatkan di Pantai Ternate, sedangkan khusus lomba foto bawah laut tersebar di sejumlah titik penyelaman yang selama ini dikenal memiliki panorama bawah laut yang sangat menarik, di antaranya di Pulau Hiri.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Wisatawan mancanegara mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang dibangun oleh Francisco Serao pada 1540 ini juga sering disebut Benteng Holandia atau Santo Lucas.
"Wisatawan yang akan menyaksikan Festival Kora-kora tersebut dipastikan tidak akan menyesal, karena mereka akan melihat kekhasan perahu tradisional Ternate, yakni kora-kora yang digunakan dalam semua kegiatan di festival itu," katanya.

Wisatawan juga dapat menikmati berbagai obyek wisata lainnya di Ternate, seperti obyek wisata peninggalan Kesultanan Ternate, obyek wisata peninggalan kolonial, di antaranya berupa benteng, keindahan Danau Tolire serta Pantai Sulamadaha.

Ia menambahkan, di Ternate juga tersedia berbagai cenderamata khas, seperti batik tradisional yang bermotif buah pala dan cengkeh, berbagai jenis batu mulia, seperti batu bacan, batu obi, batu maba dan loloda serta kerajinan besi putih.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X