Kompas.com - 26/03/2015, 17:00 WIB
Pesawat Wings Air dan Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (1/5/2014). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPesawat Wings Air dan Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (1/5/2014).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Para pelancong dalam dan luar negeri kini mulai mengalihkan pilihannya untuk berlibur ke Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebelumnya kepada KompasTravel mengakui selama ini kota Banyuwangi hanya sekadar "numpang lewat" bagi wisatawan yang datang dari Pulau Jawa ke Bali dan sebaliknya.

Itu dulu. Saat ini, menurut Anas, pariwisata Banyuwangi mulai dikenal para wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman). Kini Banyuwangi mulai menjadi incaran para traveler untuk menghabiskan liburan akhir pekan. Bandara Blimbingsari yang memiliki panjang landasan 1.800 meter pun dipersolek demi menyambut kedatangan wisatawan.

Melihat potensi pariwisata kabupaten di ujung timur Pulau Jawa yang bertetangga dengan Pulau Bali ini, maskapai penerbangan Garuda Indonesia mulai fokus menggarap potensi yang dimiliki Banyuwangi.

Selama ini Garuda menerbangi rute Denpasar-Banyuwangi-Surabaya (PP) satu kali sehari menggunakan pesawat ATR 72-600. Sejak penerbangan ini dibuka pada April 2014 jumlah wisatawan yg datang ke Banyuwangi mengalami peningkatan berarti. Apalagi Banyuwangi memiliki 38 festival setahun yang sangat potensial mengundang wisatawan untuk datang ke Tanah Blambangan.

Direktur Niaga PT Garuda Indonesia, Handayani mengatakan pihak Garuda sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menambah frekuensi penerbangan ke Banyuwangi. Dia mengakui selama ini terjadi peningkatan penumpang khususnya rute Surabaya-Banyuwangi. Peningkatan ini yang akan dikaji lagi lebih mendalam.

"Ada kemungkinan April-Mei frekuensi penerbangan bisa ditambah," katanya di sela-sela peresmian kantor PT Garuda Indonesia Cabang Banyuwangi, Kamis (26/3/2015).

Handayani, yang pernah bertugas sebagai dokter di Banyuwangi tahun 1987 ini mengaku, Kota Banyuwangi kini mulai dikenal di kalangan wisatawan. "Apalagi pantainya dikenal oleh para peselancar luar negeri," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

ARSIP KOMPAS TV G-Land di Banyuwangi, Jawa Timur merupakan surga bagi peselancar. Ombak di sini disebut-sebut tertinggi kedua setelah Hawaii.
Sebagai kabupaten yang bertetangga dengan Bali, Banyuwangi tak mau menyia-nyiakan keunggulan Bali yang selalu diramaikan wisman. Hal ini sejalan dengan program pemerintah memasukkan Banyuwangi ke dalam promosi "Beyond Bali" untuk menarik wisman di Pulau Dewata agar tertarik datang ke Banyuwangi.

Handayani memaparkan, turis Tiongkok, Eropa dan Australia sangat potensial untuk mulai diajak mengenal lebih dekat destinasi wisata di Banyuwangi. "Obyek wisata di Banyuwangi sangat lengkap. Ada pantai, alam yang indah, kuliner sampai budaya," katanya.

Turis Tiongkok, lanjut Handayani, menyukai pantai, pijat, dan kuliner. Itu semua dimiliki Banyuwangi. Potensi Banyuwangi ini, tambah Handayani, yang hendak digarap Garuda untuk memudahkan wisnus dan wisman berlibur ke daerah yang dijuluki "The Sunrise of Java" itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.