Semarang, Menjelajahi Keindahan Budaya dan Sejarah

Kompas.com - 18/06/2015, 16:41 WIB
Kelenteng Sam Po Kong di Kota Semarang, Jawa Tengah. BARRY KUSUMAKelenteng Sam Po Kong di Kota Semarang, Jawa Tengah.
EditorI Made Asdhiana

Tapi, namanya kemudian lebih dikenal dengan Lawang Sewu, mengingat banyaknya jumlah pintu serta jendela pada bangunan berlantai tiga ini. Sempat kosong untuk beberapa waktu lamanya, Lawang Sewu kemudian direstorasi dan dibuka lagi untuk kunjungan wisatawan pada 2011. Dengan wajahnya yang baru, gedung ini pun kini makin mempercantik Kota Semarang sekaligus menjadi ikon wisata.

Sam Poo Kong

Di sebelah barat daya Kota Semarang, tepatnya di kawasan Simongan, terdapat sebuah bangunan  penting yang bermakna sejarah dan budaya yang amat tinggi. Bangunan unik tersebut didirikan sebagai penghormatan sekaligus untuk mengenang seorang laksamana besar kerajaan Tiongkok, yang sempat singgah di Semarang dalam ekspedisi damainya di Nusantara pada abad ke-15, yakni Sam Po Tay Djien alias Zeng He alias Cheng Ho.

Bernama Sam Po Kong, kompleks bangunan ini juga populer dengan nama Gedung Batu karena terletak di atas bukit dan adanya sebuah goa. Di kompleks ini juga terdapat sejumlah bangunan bergaya khas Tiongkok yang didominasi warna merah dan hijau. Di salah satu bagian bangunan ini tampat relief unik, yang menggambarkan kisah perjalanan Sang Laksamana, kala mengarungi samudra luas, dan persinggahannya di Semarang.

Suasana Sam Poo Kong sangat kental dengan nuansa Tionghoa. Namun demikian pengunjung tempat ini sangat beragam, baik suku maupun kepercayaan mereka. Kelenteng Sam Poo Kong dapat dicapai dari Bandara Ahmad Yani, dengan taksi, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Sedangkan bila dengan angkutan umum, wisatawan bisa menggunakan bus jurusan Mangkang-Terminal Terboyo.

Sebagai kota terbesar di Jawa Tengah, Semarang terhubung dengan sejumlah kota besar di Jawa dan Indonesia, baik dengan moda transportasi udara, darat, maupun laut. Untuk transportasi udara, hampir semua maskapai penerbangan nasional melayani penerbangan langsung ke Bandara Ahmad Yani, Semarang dari Jakarta mulai Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, dan maskapai penerbangan lainnya.

BARRY KUSUMA Bundaran Tugu Muda di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Karena saya pergi membawa mobil New Terios dari Jakarta sampai Semarang saya bisa mengulas dengan leluasa obyek wisata yang ada di Semarang. Pasalnya, setidaknya perlu 3 hari untuk mengunjungi Semarang ini atau 4 hari kalau mau puas. Waktu 2 hari kita sudah habiskan di perjalanan.

Saya sarankan untuk pulang dan pergi di waktu pagi hari, karena pada saat malam hari biasanya jalan pantura penuh dengan bus-bus malam dan truk yang menuju ke Jakarta.

Selain budaya, kuliner Semarang juga tidak kalah untuk dicoba, karena Semarang punya oleh-oleh yang khas seperti Lumpia dan Bandeng Juwana. Sebagai destinasi wisata, Semarang merupakan kota yang lengkap untuk dikunjungi wisatawan. (BARRY KUSUMA)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Travel Tips
Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Jalan Jalan
Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Jalan Jalan
Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Jalan Jalan
Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Jalan Jalan
Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Jalan Jalan
Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Whats Hot
Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Whats Hot
Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Whats Hot
Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Whats Hot
Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Whats Hot
Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X