Kompas.com - 11/08/2015, 13:32 WIB
EditorI Made Asdhiana
Di perkampungan suku Bajo, pada pagi sampai siang hari, sekitar 2 jam, wisatawan diantar menyusuri gang-gang sempit untuk melihat dari dekat kehidupan suku Bajo sehari-hari. Orang dewasa menjemur hasil tangkapan berupa ikan dan teripang.

Ada pula kegiatan warga membuat perahu. Sedangkan anak-anak bercanda ria, bermain-main dengan permainan tradisional seperti egrang dan sebagainya.

Sambil berjalan-jalan, wisatawan tentu akan tertarik membeli hasil kerajinan warga berupa kacamata renang, kerajinan dari kerang, tas, dompet hingga sarung khas Bajo.

Menjelang sore, wisatawan siap-siap mendapatkan sensasi yang tak terlupakan yakni bersampan sekitar 2 jam menggunakan perahu khas Bajo di Desa Mola Nelayan Bakti mendatangi karamba, memancing ikan di sana, melihat kehidupan nelayan mengolah hasil laut seperti ikan dan lobster untuk diekspor.

Saat matahari bersiap-siap kembali ke peraduannya, perahu akan menyusuri kanal-kanal memasuki perkampungan suku Bajo. Sepanjang sore, biasanya warga duduk-duduk di depan rumah mereka yang menghadap kanal sambil sesekali menyapa wisatawan yang lewat. "Hello mister!" teriak anak-anak serentak saat perahu mereka berpapasan dengan perahu wisatawan.

Malam hari, lanjut Ari, wisatawan masih memiliki waktu mengunjungi Pasar Malam di Desa Mola Selatan yang menjajakan beragam makanan khas Bajo Mola. Cicipi kelezatan nasi jagung, kasuami (berbahan singkong), cendol berbahan keladi, bulu babi, teripang dan berbagai ikan bakar didampingi sambal colo-colo. Sedap...

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Travel Update
Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Travel Update
Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Travel Promo
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

Travel Update
7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal 'Road Trip'

7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal "Road Trip"

Travel Tips
5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

Travel Promo
Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Travel Update
Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Travel Update
Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Travel Tips
Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Travel Update
Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Travel Update
11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

Jalan Jalan
Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Travel Update
Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.