Kompas.com - 29/09/2015, 19:51 WIB
Pameran Rayuan 100 Tahun Basoeki Abdullah di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (23/9/2015). KOMPAS/LUCKY PRANSISKAPameran Rayuan 100 Tahun Basoeki Abdullah di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (23/9/2015).
EditorI Made Asdhiana
Sepasang lukisan itu (beberapa dihadirkan berupa cetak digital repro lukisan aslinya) sama sekali berbeda dengan lukisan lain Basoeki pada 1981, ketika ia menggambar sang raja dan ratu dengan garis-garis ”seadanya”, hanya menggambar wajah. Pada dua lukisan terakhir, sapuan cat minyak yang tegas dan minimal justru lebih menghadirkan kekuatan Basoeki menghidupkan lukisan potretnya.

Basoeki melukis pasangan Ferdinand dan Imelda Marcos sejak 1977, tetapi lukisan tercantik Imelda Marcos dilukis sang maestro pada 1981. Begitu pula lukisan Ferdinand Marcos dilukis pada 1981. Pun lukisan potret terbaik Sultan Hassanal Bolkiah. Ketiga lukisan itu sama-sama hanya melukis wajah, kekuatan utama Basoeki. Ketiga lukisan yang sama-sama tidak menghadirkan garis anatomi tubuh, yang seperti memang bukan kekuatan Basoeki.

Basoeki dan pahlawan

Indonesia punya maestro lainnya, S Soedjojono, yang tak hanya disebut-sebut sebagai ”bapak seni lukis modern Indonesia”, tetapi juga seorang kritikus seni yang ”kejam” mengomentari lukisan Basoeki Abdullah. Basoeki adalah pelukis naturalis, khususnya pelukis potret, yang sangat piawai, dielu-elukan oleh publik Indonesia dan mancanegara. Namun, Soedjojono justru menyebut Basoeki ”cuma” pelukis Mooi Indie yang kebarat-baratan, cuma punya ”kebagusan”, tetapi tanpa roh. Basoeki juga berjarak dari Affandi, maestro ekspresionis yang pernah ditolaknya menjadi murid karena dianggap tak berbakat.

”Perang dingin” ketiganya didamaikan oleh Ciputra. Sang kolektor lukisan ketiga maestro itu mempertemukan Basoeki, Soedjojono, dan Affandi pada 1989, dan dokumentasi ”perdamaian” itu pun dihadirkan dalam pameran yang berlangsung di Museum Nasional pada 21-30 September itu. Lukisan ketiga maestro juga disandingkan di sana.

Namun, tudingan Soedjojono bahwa Basoeki cuma seorang ”Mooi Indie” telanjur tercatat linimasa sejarah seni rupa Indonesia. Mungkin itulah sebab Mikke dan Bambang menyandingkan dokumentasi ”perdamaian” Basoeki, Soedjojono, dan Affandi dengan belasan cetak digital lukisan para pahlawan karya Basoeki—yang ternyata lekat diingat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.