Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

November, Festival Mahakam di Samarinda Digelar

Kompas.com - 09/10/2015, 18:07 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kembali menggelar agenda tahunan Festival Mahakam 2015 pada 6 hingga 8 November.

"Festival Mahakam merupakan agenda tahunan dalam rangka memperkenalkan pariwisata dan budaya Kota Samarinda dan Kaltim, sekaligus upaya menarik kunjungan wisatawan," Kata Kepala Disparekominfo Kota Samarinda HM Faisyal ketika dihubungi di Samarinda, Kamis (8/10/2015).

Ia menjelaskan berbagai agenda kegiatan seni, budaya, lomba, dan pameran sudah disiapkan untuk meramaikan ajang pesta rakyat yang dipusatkan di perairan dan sepanjang tepian Sungai Mahakam itu.

Seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya, lanjut Faisal, Festival Mahakam tahun ini juga menyuguhkan sesuatu yang istimewa, yakni "Mahakam Sampe Music Festival", berupa penampilan grup musik dari berbagai aliran yang menonjolkan permainan alat musik tradisional Suku Dayak bernama "sampe" atau "sape".

"Kami mengundang beberapa musisi dari wilayah Kalimantan, salah satunya YK Band asal Kota Samarinda dengan aliran musik jazz, selain juga beberapa seniman dari Desa Budaya Pampang dan musisi dari kota lain," ujarnya.

"Selain itu, juga ada parade seribu penari Hudoq (salah satu tarian tradisional Suku Dayak), Mahakam Sunset Gowes, Jazz Fiesta, dan kegiatan seminar seni budaya Tajong Samarinda," tambah Faisal.

Menurut Faisal, setiap pelaksanaan Festival Mahakam selalu disuguhkan penampilan yang unik dan baru, termasuk juga penambahan agenda yang kali ini ada 28 kegiatan, lebih banyak dari festival 2014 yang sebanyak 21 jenis kegiatan.

Beberapa kegiatan yang digelar di perairan Sungai Mahakam, antara lain lomba menyeberangi sungai, balap tambangan (perahu klotok), balap power boating, perahu ces, jetski, dan flaying board.

Sementara untuk di sepanjang tepian Sungai Mahakam Jalan Gajah Mada Kota Samarinda sudah disiapkan beberapa acara, seperti festival band indie, parade band pub, lomba kirab drumband, pentas dangdut, pawai budaya, lomba kuliner tradisional, hingga pameran UKM dan batu mulia.

"Panitia membuka kesempatan kepada warga Samarinda dan daerah sekitar untuk berpartisipasi memeriahkan Festival Mahakam tahun ini," kata Faisal. (Didik Kusbiantoro)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com