Kompas.com - 24/05/2016, 08:03 WIB
Bukit Selong, Lombak, Nusa Tenggara Barat Sendy Aditya SaputraBukit Selong, Lombak, Nusa Tenggara Barat
EditorNi Luh Made Pertiwi F

PAGI itu langit biru menyelimuti kota Mataram. Tak ada awan kelabu yang menutupi keindahan warna biru yang khas.

Padahal kunjungan saya waktu itu memasuki penghujung tahun yang seharusnya sudah mulai musim penghujan, tetapi memang alam berkata lain. Hati yang mulai tak sabar memacu untuk melangkahkan kaki menjelajahi setiap keindahan Lombok.

Salah satunya adalah perbukitan di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani. Segelas kopi dan candaan mengawali hari yang baik untuk bersiap menuju Sembalun, Lombok Timur, yang ditempuh dua jam dari kota Mataram.

Kurang lebih menempuh satu jam perjalanan, mobil melaju perlahan dan berhenti di sebuah warung kecil yang menjajakan makanan khas Sasak yang ramai pengunjung. Ayam Rarang, sebutan Rarang karena memang warung ini terletak di desa Rarang.

Sendy Aditya Saputra Rumah adat Sembalun, Lombok
Potongan ayam yang diolah dengan bumbu-bumbu rahasia khas Sasak yang pedas. Cocok untuk makan siang hari itu.

Kenyang menikmati Ayam Rarang, saatnya melanjutkan kembali perjalanan. Hingga tertidur pulas, hawa sejuk mulai terasa sementara mesin kendaraan terdengar menderung melintasi jalan yang menanjak naik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.