Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesona Kawah Ijen Tak Hanya “Blue Fire”!

Kompas.com - 26/09/2016, 14:24 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com- Dini hari biasanya orang sedang asyik terlelap. Namun, tidak begitu yang terjadi di Gunung Ijen, di Bondowoso, Jawa Timur.

Saat dingin masih menusuk tulang, waktu sekitar tiga per empat malam, aktivitas di Gunung Ijen justru menggeliat. Para pendaki mulai bersiap mendaki ke kawah gunung ini.

Dengan medan tanah berpasir dan sesekali bebatuan terjal, wisatawan butuh waktu normal mendaki sekitar 3-4 jam. Hawa dingin akan berjibaku dengan beban yang harus ditumpu kaki selama mendaki dengan kemiringan 40 derajat.

Namun, langkah dan aktivitas para pendaki tak surut. Apa sih yang mereka buru?

(Baca juga: "Backpacker" ke Ijen via Bondowoso, Ini Rutenya)

Blue fire. Itu tujuan para pendaki sampai rela bersusah payah mendaki ke kawah di ketinggian 2.443 meter dari atas permukaan laut.

Mereka menunggu semburan api biru yang muncul dari Kawah Ijen. Ijen adalah satu dari dua lokasi di dunia yang punya fenomena tersebut, selain di Islandia.

“Menakjubkan, tempat ini ternyata indah sekali,” kata Fred, turis asal Perancis yang menyaksikan langsung kobaran blue fire, seperti dikutip Kompas.com, Minggu(24/11/2013).

Api berwarna biru terlihat bergoyang di puncak gunung, dari dini hari hingga menjelang fajar. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah antara pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Reza Pahlevi/Kompas.com Penanjakan Kawah Ijen

Pesona api biru Kawah Ijen telah mendunia. Banyak wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke kawah yang punya kedalaman 200 meter dan luas 5.466 hektar tersebut.

Merujuk, Kompas.com, Jumat (15/1/2016), pada 2015 lebih dari 40.000 wisman berkunjung ke Kawah ijen. Adapun turis yang paling mendominasi berasal dari Perancis dan China.

Namun, setiap pendaki ke kawah ini harus tahu benar risiko di balik pesona "blue fire", agar bisa selalu waspada. Ada asap dan bau belerang yang berbahaya bila sampai terhirup berlebihan, sekalipun sudah memakai masker.

Nah, untungnya, pesona kawasan Ijen juga bukan hanya blue fire.

Melihat para penambang belerang di kawah ini, bisa jadi tontonan mempesona tersendiri. Mereka bekerja dengan alat seadanya dan memakai cara konvensional.

Tontonan yang bisa menakar nyali diri sendiri.

KOMPAS/HARRY SUSILO Petambang sedang mengambil belerang di kawasan Kawah Ijen, Jawa Timur, Selasa (12/11/2013). Dalam sehari, seorang petambang dapat membawa belerang 60 hingga 140 kilogram dengan imbalan Rp 780 per kilogram. Untuk menambah penghasilan, sebagian dari petambang juga berprofesi sebagai pemandu wisata bagi turis yang berkunjung ke kawah di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso tersebut.

Para penambang ini turun ke dasar kawah dan mengumpulkan bongkahan belerang. Bongkahan itu lalu mereka pikul ke tempat penampungan di puncak gunung.

Semua aktivitas penambangan belerang tersebut dilakukan memakai tangan dan tenaga manusia saja. Banyak turis berdecak melihat keberanian dan kekuatan otot para penambang ini.

Lalu, momen matahari terbit di atas puncak Gunung Ijen, juga bisa jadi pesona tersendiri. Panorama yang terhampar di depan mata setelah matahari memperlihatkan diri, menjadi pesona berikutnya.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Jalan Jalan
Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com