Kompas.com - 07/01/2017, 19:15 WIB
EditorI Made Asdhiana

Kopi arabika flores manggarai memiliki rasa yang tidak pahit ataupun sepat. Rasa itu muncul akibat terapan petani setempat dalam pemanenan. Hanya buah gelondong merah yang mereka petik.

Hamparan tanaman kopi arabika flores membentang mulai dari Kabupaten Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Ende dengan total luas 18.575 hektar.

Dari luas itu, tanaman yang telah berproduksi seluas 12.150 hektar. Adapun tanaman dengan usia belum produktif 5.918 hektar dan yang sudah tua 507 hektar.

Produksi kopi Flores pada 2015 sebanyak 7.269 ton. Dari jumlah tersebut, 70 persen masih dipasarkan kalangan tengkulak ke Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Utara, dan Jawa Barat.

Di daerah tujuan, kopi Flores sayangnya dijual dengan merek lain yang lebih laris di pasar-pasar lokal tersebut. (DANU KUSWORO/IRMA TAMBUNAN)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 Januari 2017, di halaman 22 dengan judul "Hangatnya Racikan Kopi Berpadu Rempah".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.