Kompas.com - 23/02/2017, 22:12 WIB
Pulau Dodola di Morotai, Maluku Utara, Sabtu (16/7/2016). Saat air laut surut, Pulau Dodola tersambung dan bisa dilalui manusia. KOMPAS/LUCKY PRANSISKAPulau Dodola di Morotai, Maluku Utara, Sabtu (16/7/2016). Saat air laut surut, Pulau Dodola tersambung dan bisa dilalui manusia.
EditorI Made Asdhiana

NUSA DUA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempromosikan potensi investasi di sektor pariwisata dan infrastruktur pendukung kepada sekitar 400 investor yang hadir dalam "Regional Investment Forum" (RIF) 2017 di Nusa Dua, Bali.

"Sektor pariwisata dan tidak kalah penting infrastruktur pendukungnya akan menjadi sektor prioritas untuk menarik investor asing dan domestik," kata Kepala BKPM Thomas Lembong usai membuka RIF 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kamis (23/2/2017).

Kepada ratusan investor yang setengahnya merupakan penanam modal dan calon penanam modal dari sejumlah negara itu, Thomas mengatakan sektor pariwisata menjadi ujung tombak baru bagi pemerintah untuk meningkatkan penanaman modal.

(BACA: 2 Tahun Jokowi-JK, Investasi Swasta di Sektor Pariwisata Naik)

Thomas mengemukakan peluang usaha yang muncul dari infrastruktur pendukung harus dimanfaatkan oleh investor secara optimal mengingat pertumbuhan investasi di sektor ini mencapai 18 persen per tahun.

Dalam forum tersebut juga akan diadakan pertemuan antara investor dengan pemerintah daerah maupun investor dengan perusahaan lokal yang diharapkan mempromosikan potensi investasi pariwisata dan infrastruktur pendukung di daerah kepada investor atau calon investor.

BKPM mencatat selama lima tahun terakhir kontribusi sektor pariwisata mencapai Rp 51,2 triliun atau sekitar 2,2 persen dari total realisasi investasi.

Tahun 2016 investasi sektor pariwisata dari dalam negeri mencapai Rp 2,2 triliun sedangkan investasi asing mencapai Rp 12,8 triliun sehingga total investasi sektor pariwisata mencapai Rp 15 triliun.

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong (kiri) dan Wagub Bali Ketut Sudikerta (kanan) menjadi pembicara pada press conference Regional Investment Forum 2017 di Bali Nusa Dua Convention Centre, Kamis (23/2/2017).
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa sektor pariwisata merupakan alat yang paling murah dan mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, devisa asing serta menciptakan lapangan kerja.

Arief mengatakan pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia tahun 2015 jauh di atas ASEAN dan bahkan untuk tataran global.

"Secara umum sektor pariwisata Indonesia tumbuh 10,3 persen di atas ASEAN yang mencapai lima persen dan di dunia 4,4 persen," katanya. 



Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Travel Update
Apa Itu Penerbangan Carter yang Disetop Menhub Selama Larangan Mudik?

Apa Itu Penerbangan Carter yang Disetop Menhub Selama Larangan Mudik?

Travel Tips
Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Travel Update
Lihat Pelanggar Protokol Kesehatan, Sandiaga: Potret, Viralkan!

Lihat Pelanggar Protokol Kesehatan, Sandiaga: Potret, Viralkan!

Travel Update
Unik, Kastel Drakula di Rumania Beri Vaksin Covid-19 untuk Wisatawan

Unik, Kastel Drakula di Rumania Beri Vaksin Covid-19 untuk Wisatawan

Travel Update
Peningkatan Skill Jadi Program Kemenparekraf Pasca-Lebaran

Peningkatan Skill Jadi Program Kemenparekraf Pasca-Lebaran

Travel Update
Syarat Wisata ke Bromo Selama Libur Lebaran

Syarat Wisata ke Bromo Selama Libur Lebaran

Travel Tips
Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Selama Idul Fitri

Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Selama Idul Fitri

Travel Update
Syarat Berwisata ke Candi Prambanan dan Ratu Boko Saat Libur Lebaran

Syarat Berwisata ke Candi Prambanan dan Ratu Boko Saat Libur Lebaran

Travel Tips
Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Travel Update
Pemkot Lhokseumawe Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran 2021

Pemkot Lhokseumawe Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran 2021

Travel Update
Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Travel Update
Pengunjung Asal DIY Tidak Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19 Saat Berwisata di Yogyakarta

Pengunjung Asal DIY Tidak Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19 Saat Berwisata di Yogyakarta

Travel Update
Borobudur Tutup, Candi Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Borobudur Tutup, Candi Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Travel Update
Libur Lebaran, Obyek Wisata di Kalimantan Barat Tetap Buka

Libur Lebaran, Obyek Wisata di Kalimantan Barat Tetap Buka

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X