Kompas.com - 29/04/2017, 21:30 WIB
|
EditorSri Anindiati Nursastri

Dengan perlahan, ayah kandung calon pengantin perempuan berusaha melepas nampan dari atas perut anaknya namun gagal. Kemudian ibu kandung calon pengantin juga diminta untuk melakukan hal yang serupa. Raut wajah lega terlihat ketika nampan yang menempel diatas perut calon pengantin perempuan berhasil dilepas oleh ibu kandungnya.

"Alhamdulilah. Ternyatanya maunya sama ibunya. Untungnya nggak minta macam-macam," kata Lilik sambil tersenyum.

Biasanya, kata Lilik, ada beberapa syarat yang diajukan agar nampan mau lepas dari atas perut seperti harus disediakan cincin atau benda-benda lain.

"Ketika saulak ada yang minta yang mengangkat nampan orang yang sedang lewat depan rumah. Padahal tidak saling kenal. Ada yang minta disediakan cincin," katanya.

Selama adat Saulak, akan ada seorang laki-laki yang memutar bagian bawah dua gelas hingga mengeluarkan bunyi-bunyian khas. "Itu syarat agar upacara berjalan lancar," katanya.

Setelah Saulak dilakukan pada calon pengantin perempuan, dilanjutkan pada calon pengantin pria dengan proses yang sama. Nampan yang menempel di perut calon pengantin pria yang bernama Achmad Fahrul digeser dengan mudah oleh ayah kandungnya yang hadir pada adat Saulak.

Kepada Kompas.com, Fahrul mengaku merasakan jika nampan menempel kuat diatas perutnya.

"Sepertinya nggak percaya tapi ya nyata. Untung nggak lama," katanya sambil tersenyum.

Ia mengatakan tidak masalah harus mengikuti adat yang dimiliki oleh calon istrinya. "Saat memutuskan menikah keluarga calon istri bilang jika nanti di-saulak. Saya sempat cari tahu apa itu Saulak dan keluarga besar saya juga tidak mempermasalahkannya. Beda suku kan beda adat," jelasnya.

Samsul Arifin, tokoh Suku Mandar yang ada di Banyuwangi yang juga ayah kandung calon pengantin perempuan mengatakan Saulak asalah salah satu adat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Banyuwangi yang masih memiliki darah keturunan Mandar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.