Kompas.com - 06/11/2017, 09:50 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Selain akses internet, bagi saya, hal lain yang juga membuat penerbangan belasan jam tak terasa adalah makanan. Dalam penerbangan ini, makanan dan minuman terus berdatangan.

Baru boarding saja, penumpang sudah ditawarkan welcome drink dan handuk panas. Silakan pilih jus markisa terong belanda alias martabe atau jeruk. Saya pilih martabe tentu saja. Kombinasi jus dan handuk panas untuk menyegarkan penumpang menjelang perjalanan panjang menuju London.

Sejam kemudian, di kelas bisnis, pramugari akan mendatangi satu per satu penumpang untuk menanyakan menu pilihan penumpang yang akan disajikan sekitar dua jam kemudian.

Sepanjang perjalanan menuju London, ada dua kali makan besar yang meliputi makanan pembuka, makanan utama hingga dessert. Setiap menu, pilihannya selalu dilengkapi menu Indonesia maupun menu Western.

Misalnya, untuk menu appetizer ada selada daging ala Thailand, tuna salad dengan telur puyuh rebus, olive hijau, arthicoke dan tomat ceri, juga ada soto padang serta sup labu panggang parang dengan krim asam dan jamur enoki.

Sedangkan untuk menu utama misalnya sate ayam dengan nasi goreng kambing, daging sapi rendang iris dibalut dengan tortilla wrap, pepes ikan baramundi serta pasta agnolotti isi jamur dengan saus krim tomat.

Favorit saya, soto mie bogor untuk appetizer pada makan kedua dan menu makanan utama grilled beef sirloin dengan souffle kentang, aparagus, jamur dan tomat ceri pada makan pertama. Sirloinnya lembut sedangkan souffle kentangnya, meski agak kering, rasanya enak sekali, creamy dan gurih.

Untuk dessert, saya ingin sekali makan choco lava, namun saat saya dihampiri pramugari, saya diberi tahu bahwa choco lava sudah dipesan penumpang lain.

Namun, ketika opsi lainnya, parfait buah markisa ala Sumatera Utara, sampai di meja saya, isinya ludes dalam beberapa menit. Rasa susu dan cokelat putih berpadu sempurna dengan asamnya potongan buah kiwi, stroberi dan markisa.

Welcome drink berupa jus markisa terong belanda dan handuk hangan dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017).KOMPAS.com/Caroline Damanik Welcome drink berupa jus markisa terong belanda dan handuk hangan dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017).
Dari pengalaman on board, dua kali makan besar berlangsung sekitar 3 jam setelah take-off dan 2 jam sebelum landing. Di sela itu, penumpang bisa memesan makanan ringan, seperti sate ayam, mie ayam, irisan buah dan nachos selama tersedia serta kudapan, seperti cokelat dan wafer, bebas kapan saja. Free flow minuman dan kudapan juga berlaku di kelas ekonomi.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.