Apa Itu Imlek?

Kompas.com - 05/02/2018, 21:30 WIB
Atraksi barongsai saat perayaan Cap Go Meh 2568 di Kecamatan Lasem di Kelenteng Cu Ang Kiong, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Cap Go Meh diambil dari dialek Hokkian berarti malam ke 15 alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek. Cap Go Meh sendiri adalah penutup dari perayaan Tahun Baru Imlek. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGAtraksi barongsai saat perayaan Cap Go Meh 2568 di Kecamatan Lasem di Kelenteng Cu Ang Kiong, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Cap Go Meh diambil dari dialek Hokkian berarti malam ke 15 alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek. Cap Go Meh sendiri adalah penutup dari perayaan Tahun Baru Imlek.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun Baru China atau di Indonesia disebut Imlek, dirayakan setiap tahun oleh masyarakat keturunan China di dunia. Orang China memiliki hari perayaan besar yang terbagi menurut musim.

Tahun Baru China lantas menjadi momen perayaan terbesar sepanjang tahun. Festival ini juga dikenal sebagai Perayaan Musim Semi.

"Bulan pertama dalam kalender Imlek adalah awal musim seni dan tahun baru. Festival ini menjadi yang terpenting dan umumnya berlangsung selama 15 hari. Ada daerah yang bahkan merayakan sebulan penuh," dikutip dari buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine dan kawan kawan, terbitan St Dominic Publishing tahun 2015.

(Baca juga : Menjelang Imlek, Kelenteng Tertua di Bogor Ini Kian Bersolek)

Pemerintah China sendiri menetapkan momen Tahun Baru China sebagai hari libur nasional selama satu pekan penuh. Jangan salah, meskipun merayakan Tahun Baru China, masyarakat China di negara asli tetap merayakan tahun baru sesuai kalender Gregorian yang jatuh tepat 1 Januari 2017.

Di China, Tahun Baru China disebut dengan Juen Cie. Sedangkan masyarakat Indonesia keturunan China menyebutnya dengan Sin Cia atau Imlek yang berarti tahun baru dari bahasa Hokkian.

Kue keranjang bungkus daun, jadi ragam jajanan kue khas Imlek yang tersaji di berbagai toko di Suryakencana, Bogor, Sabtu (3/2/2018).KOMPAS.COM/Muhammad Irzal Adiakurnia Kue keranjang bungkus daun, jadi ragam jajanan kue khas Imlek yang tersaji di berbagai toko di Suryakencana, Bogor, Sabtu (3/2/2018).

Sejarah Imlek

Perayaan Imlek tercatat telah dilakukan sejak 1.600-1.100 SM. Kala itum Dinasti Shang memiliki tradisi untuk menyembelih hewan ternak dan budak untuk persembahan dewa dewi maupun arwah leluhur.

Sejak 221 SM, perbudakkan dihapuskan, tetap tradisi sembahyang dewa dan dewi serta arwah leluhur masih terus dilakukan hingga saat ini.

Kebiasan kebiasaan yang biasa dilakukan sebelum Imlek adalah membersihkan rumah dan makan bersama keluarga besar malam sebelum Imlek.

(Baca juga : Berburu Jajanan Kue Khas Imlek di Pecinan Bogor)

Hari perayaan Imlek menjadi ajang silaturahmi sekaligus berbagi rezeki. Biasanya yang sudah menikah yang boleh memberikan angpao alias amplop merah berisi uang kepada yang belum menikah.

Hari kedua, ketujuh, dan kesembilan perayaan Imlek biasanya menjadi hari khusus beribadah bagi umat Kong Hu Cu, Taoisme, atau Buddha. Namun, tradisi beribadah dapat dilakukan sesuai jadwal tempat peribadatan masing-masing.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pameran Wisata ITB Berlin 2020 Dibatalkan karena Virus Corona

Pameran Wisata ITB Berlin 2020 Dibatalkan karena Virus Corona

Whats Hot
 4 Makanan Wajib Coba di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Ada Laksa Betawi yang Langka

4 Makanan Wajib Coba di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Ada Laksa Betawi yang Langka

Makan Makan
Nonton Bioskop Sambil Basah-basahan di Go! Wet Theater 5D

Nonton Bioskop Sambil Basah-basahan di Go! Wet Theater 5D

Jalan Jalan
Gara-gara Corona, Roti Buah Naga Ini Jadi Hits

Gara-gara Corona, Roti Buah Naga Ini Jadi Hits

Makan Makan
Unik! Kopi Jawa Barat Dijual di Kedai Kopi Australia, Diresmikan Ridwan Kamil

Unik! Kopi Jawa Barat Dijual di Kedai Kopi Australia, Diresmikan Ridwan Kamil

Makan Makan
Wisata Akhir Pekan di Aceh, Menyesap Sejuk di Krueng Saweuk

Wisata Akhir Pekan di Aceh, Menyesap Sejuk di Krueng Saweuk

Jalan Jalan
Ngeteh ala Ratu Inggris di Kota Tua, Didampingi Kue Perancis nan Lezat

Ngeteh ala Ratu Inggris di Kota Tua, Didampingi Kue Perancis nan Lezat

Makan Makan
Soal Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ketua PHRI: Baik tapi Belum Tentu Efektif

Soal Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ketua PHRI: Baik tapi Belum Tentu Efektif

Whats Hot
Ryokan Tertua di Onsen Resort Jepang Bangkrut akibat Virus Corona

Ryokan Tertua di Onsen Resort Jepang Bangkrut akibat Virus Corona

Whats Hot
Mencicipi Jenang Gempol, Kudapan Terkenal di Pasar Lempuyangan Yogyakarta

Mencicipi Jenang Gempol, Kudapan Terkenal di Pasar Lempuyangan Yogyakarta

Makan Makan
Incar Turis Berkualitas, Indonesia Perlu Fokus pada Strategi Ini

Incar Turis Berkualitas, Indonesia Perlu Fokus pada Strategi Ini

Jalan Jalan
Terkait Wisata Minat Khusus, Indonesia Hadapi Tantangan Ini...

Terkait Wisata Minat Khusus, Indonesia Hadapi Tantangan Ini...

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] Visa Umrah Dihentikan Sementara | Promo Ulang Tahun BreadTalk

[POPULER TRAVEL] Visa Umrah Dihentikan Sementara | Promo Ulang Tahun BreadTalk

Whats Hot
 Promo Ulang Tahun BreadTalk, Semua Jenis Roti Dijual Rp 7.500

Promo Ulang Tahun BreadTalk, Semua Jenis Roti Dijual Rp 7.500

Promo Diskon
Ada Ciletuh Geopark Run, Siap-siap Eksplorasi Sunset Pantai Palangpang

Ada Ciletuh Geopark Run, Siap-siap Eksplorasi Sunset Pantai Palangpang

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X