Kompas.com - 28/02/2018, 13:02 WIB
Salah satu sudut Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang dihias dengan lampion dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 tahun 2018. ARSIP PANITIA/EDO PAVO Salah satu sudut Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang dihias dengan lampion dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 tahun 2018.

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Rangkaian panjang perhelatan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat memasuki masa-masa puncaknya.

Rabu, 28 Februari 2018, atau tiga hari sebelum puncak acara, panitia menggelar pawai lampion pukul 19.00 dengan rute berkeliling Kota Singkawang. Salah satu sajian atraksi yang ditawarkan dalam puncak perhelatan akbar di kota kecil yang dikenal dengan seribu kelenteng ini.

Baca juga : Catat! Inilah Rute Pawai Tatung Cap Go Meh di Kota Singkawang

Humas Panitia Imlek dan CGM 2569, Yoris Anes mengatakan tahun ini peserta yang ikut berpartisipasi memeriahkan pawai lampion ini tak hanya dari kota Singkawang saja, tetapi dari luar Singkawang.

"Yang menarik pada tahun ini diikuti oleh peserta dari luar Singkawang, seperti dari Jawa, Bengkayang dan beberapa daerah lain," ujar Yoris, Rabu (28/2/2018) pagi.

Baca juga : Muri Segera Catatkan Rekor Baru Cap Go Meh di Singkawang, Apa Saja?

Yoris menambahkan, pawai lampion tersebut juga tidak hanya diikuti oleh masyarakat Tionghoa saja, tapi dari berbagai kalangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Harapannya seluruh lapisan masyarakat mendapatkan kebahagiaan menyaksikan Pawai Lampion kali ini," ujarnya.

Gerbang Cap Go Meh terbesar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat yang dihias dengan lampion dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 tahun 2018. ARSIP PANITIA/EDO PAVO Gerbang Cap Go Meh terbesar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat yang dihias dengan lampion dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 tahun 2018.
Sebanyak 56 kendaraan hias dengan aksesoris lampion khas Imlek dan 9 replika naga lampion akan memeriahkan pawai ini. Untuk rute, seluruh peserta akan berkumpul terlebih dahulu di Kantor Wali Kota Singkawang.

Dari titik kumpul, peserta kemudian akan melewati Jalan Firdaus, Jalan Diponegoro, Jalan Sejahtera, Jalan Budi Utomo, Jalan Nusantara, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kalimantan, Jalan Setia Budi, Jalan Niaga, Jalan Stasiun dan berakhir di Gedung Happy Building di Jalan GM Situt.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.