Penumpang Pesawat yang Baik Penuhi 5 Etika Ini - Kompas.com

Penumpang Pesawat yang Baik Penuhi 5 Etika Ini

Kompas.com - 26/07/2018, 16:26 WIB
Kondisi turbulensi yang dialami pesawat saat terbang sering membuat sindrom terbang semakin menjadi.KOMPAS/RIZA FATHONI Kondisi turbulensi yang dialami pesawat saat terbang sering membuat sindrom terbang semakin menjadi.

KOMPAS.com - Penumpang pesawat yang beretika baik membantu kelancaraan penerbangan dan pekerjaan para kru kabin. Etika dalam menumpang pesawat juga menguntungkan penumpang.

Sebab saat menyalahi aturan dunia penerbangan dan maskapai, seorang penumpang bisa tidak diperbolehkan terbang menggunakan maskapai yang sama, atau bahkan dikenakan sanksi penjara.

Ada 128 juta orang yang menumpang pesawat dari bandara di Indonesia pada 2017. Jumlah tersebut tidaklah kecil. Mari mempermudah jalannya penerbangan dan pekerjaan kru kabin, dengan memenuhi lima etika penerbangan berikut ini:

1. Menyimak dan mematuhi aturan

Penting untuk menyimak serta mematuhi himbauan dari kru kabin. Seperti menggunakan sabuk pengaman dengan tepat, mematikan handphone, tidak merokok, memperhatikan peragaan keselamatan, dan jalur evakuasi. Himbauan dari kru kabin biasa dilakukan untuk keamanan perjalanan pesawat.

2. Menjaga kebersihan

Baik di kursi tempat duduk maupun saat menggunakan toilet, penting untuk menjaga kebersihan. Sebab pesawat juga merupakan transportasi umum, dengan fasilitas yang digunakan oleh banyak orang.

3. Jangan bercanda dengan topik bom

Masih banyak kejadian bercanda dengan topik bom atau bahan peledak di pesawat. Sesuai UU No. 1 Tahun 2009 tentang penerbangan yang menyebutkan "Setiap orang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud Pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun."

4. Jangan melakukan pelecehan seksual

Jangan melakukan tindak asusila, termasuk bercanda dengan unsur mesum. Beberapa kali kejadian ini masih terjadi di Indonesia, dengan korban pelecehan seksual kru kabin. Pihak maskapai akan memproses segala tindakan dan omongan yang merugikan karyawannya, dan dapat berujung proses hukum.

5. Toleransi di pesawat

Sikap toleransi dibutuhkan di pesawat. Misalnya saat diminta pindah tempat duduk, karena ada anak yang ingin duduk di sebelah ibunya, manula yang antre di toilet, sampai jalur dengan antrean panjang. Perjalanan dalam waktu lama dan jauh dapat membuat orang mudah marah, toleransi sangat diperlukan saat menumpang pesawat.



Close Ads X