Kompas.com - 30/07/2018, 14:15 WIB

"Minggu sekitar jam setengah 2 dini hari bangun kemudian masak. Sekitar jam setengah 4 pagi berangkat ke puncak," kata Rizky.

Peristiwa gempa

Rizky mengatakan, biasanya dari Pelawangan menuju Puncak Rinjani membutuhkan waktu sekitar 3 jam.

Gempa terjadi ketika ia sudah melakukan perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam.

"Saya sudah berjalan sekitar 2,5 jam. Summit biasanya 3 jam, jadi 30 menit sebelum puncak terjadi gempa itu," kata Rizky.

Baca juga: Ada Longsor Pasca-Gempa Lombok, Ratusan Pendaki Rinjani Dievakuasi Besok Pagi

Awalnya, ia mengira guncangan yang terjadi bukan gempa, melainkan karena ia merasa pusing.

"Saya pikir saya pusing, lha kok goyang-goyang. Terus saya pegangan pohon edelweis, karena saya mau jatuh ke jurang," lanjut dia.

Gempa terasa beberapa kali

Kondisi di Pos Pelawnagan setelah terjadi gempa Lombok, Minggu (29/7/2018).Dok. Rizky P Kondisi di Pos Pelawnagan setelah terjadi gempa Lombok, Minggu (29/7/2018).
Rizky menceritakan kondisi di sekitarnya ketika gempa melanda.

Ia mengatakan, gempa tidak hanya dirasakan satu kali.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.