Kompas.com - 08/10/2018, 11:54 WIB
Wisatawan berfoto di depan pintu masuk Kelenteng Poo An Bio, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (12/2/2017). Kelenteng Poo An Bio adalah satu dari tiga kelenteng yang ada di Kecamatan Lasem. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGWisatawan berfoto di depan pintu masuk Kelenteng Poo An Bio, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (12/2/2017). Kelenteng Poo An Bio adalah satu dari tiga kelenteng yang ada di Kecamatan Lasem.

JAKARTA, KOMPAS.com - Destinasi wisata Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah kini menambah obyek wisata baru, yaitu Museum Batik Tiga Negeri Lasem.

Museum batik ini mengabadikan salah satu batik legendaris Indonesia yang sudah eksis sejak abad ke 15, ialah Batik Tiga Negeri.

Baca juga: Aneka Motif Unik Batik, dari Wewe Gombel sampai Ikan Marlin

Secara singkat Batik Tiga Negeri ialah salah satu motif batik yang mengombinasikan tiga warna merah, biru, dan sogan. Ketiga warna tersebut dihasilkan di tiga daerah yang berbeda salah satunya Lasem untuk warna merah.

"Museum di sini lahir karena memang Lasem memiliki sejarah Batik Tiga Negeri," ujar Agik NS, Humas Museum Batik Tiga Negeri Lasem, saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (6/10/2018).

Contoh batik tiga negeri yang ada di Museum Batik Tiga Negeri, Lasem, Rembang.Agik NS Contoh batik tiga negeri yang ada di Museum Batik Tiga Negeri, Lasem, Rembang.
Agik mengatakan, salah satu koleksi yang menarik ialah adanya blueprint Batik Tiga Negeri Tjoa Joana dalam beberapa potongan sketsa, dan sudah dibatik kembali oleh pembatik terkenal Renny Maranatha Ong.

Baca juga: Mengapa Liburan ke Lasem? Ini Alasan dan Panduan Wisatanya

Selain masterpiece batik Tjoa tersebut, ada beberapa Batik Tiga Negeri juga yang tidak kalah menarik dipajang setelah melalui proses pembuatan selama tiga bulan, dan itu sudah dilakukan puluhan tahun.

"Dari satu roll/gelondong kain menjadi sekitar 105 batik dan para bidadari pembatik itu masih melakukan hal yang sama sampai saat ini," terangnya pada KompasTravel.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Berlibur ke Lasem?

Pengunjung juga bisa tahu, lembar demi lembar proses membatik, mulai dari kain putih, cantingan pertama, kedua dan seterusnya hingga menjadi sebuah batik utuh yang indah.

Contoh batik tiga negeri yang ada di Museum Batik Tiga Negeri, Lasem, Rembang.Agik NS Contoh batik tiga negeri yang ada di Museum Batik Tiga Negeri, Lasem, Rembang.
Lokasi museum batik tersebut menempati suatu rumah bekas milik keluarga Tjoa, yang dahulu juga memproduksi batik tiga negeri hingga terkenal. Tentu saja atas izin dari pemilik rumah yang sekarang, Rudy Hartono.

Museum tersebut berlokasi di Paviliun Omah Batik Tiga Negeri, Jalan Karangturi Gang IV nomer 7, Lasem, Kabupaten Rembang. Museum ini masih dalam soft opening hingga 14 Oktober 2018.

Agik menambahkan sampai waktu yang belum ditentukan museum tersebut masih membebaskan biaya masuk, alias gratis. Jadi kapan liburan ke Lasem lagi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
Norwegia Akhiri Syarat Karantina bagi Turis Asing per 26 Januari

Norwegia Akhiri Syarat Karantina bagi Turis Asing per 26 Januari

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.