Kompas.com - 07/11/2018, 13:07 WIB
Bunga edelweis yang dibudidayakan oleh masyarakat Suku Tengger lereng Gunung Bromo di Dusun Wonomerto, Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat (8/6/2018). Mereka membudidayakan bunga keabadian itu untuk keperluan upacara adat karena populasi bunga yang statusnya dilindungi itu terus menyusut seiring dengan pengambilan secara liar. KOMPAS.com/ANDI HARTIKBunga edelweis yang dibudidayakan oleh masyarakat Suku Tengger lereng Gunung Bromo di Dusun Wonomerto, Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat (8/6/2018). Mereka membudidayakan bunga keabadian itu untuk keperluan upacara adat karena populasi bunga yang statusnya dilindungi itu terus menyusut seiring dengan pengambilan secara liar.

MALANG, KOMPAS.com - Rencana Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk membentuk desa wisata edelweis di desa penyanggah akan segera terwujud.

Untuk saat ini, masih ada dua desa yang sudah siap menjadi desa wisata untuk bunga abadi itu. Yakni Desa Ngadisari di Kabupaten Probolinggo dan Desa Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.

Kedua desa wisata edelweis itu akan diluncurkan dalam Festival Land of Edelweis yang akan berlangsung di Pendopo Agung Desa Wonokitri, Sabtu (10/11/2018) nanti.

Baca juga: Saat Mendaki, Jangan Pernah Ganggu Edelweis...

Dengan demikian, edelweis yang merupakan kembang tana layu menurut penduduk lokal akan menjadi komoditas komersial. Sebab selain untuk konservasi, bunga keabadian itu juga akan diperjualbelikan kepada wisatawan.

"Jadi ini bertujuan untuk konservasi, ritual dan ekonomi sekaligus," kata Kepala TNBTS, John Kennedie dalam konferensi pers di Kantor TNBTS di Kota Malang, Selasa (6/11/2018).

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kennedie dalam konferensi pers di Kantor TNBTS di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (6/11/2018). KOMPAS.com/ANDI HARTIK Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kennedie dalam konferensi pers di Kantor TNBTS di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (6/11/2018).
Terdapat tiga jenis tanaman edelweis di kawasan hutan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Yakni Anaphalis Javanica, Anaphalis Visida, dan Anaphalis Longifolia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.20/MenLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, edelweis jenis Anaphalis Javanica ditetapkan sebagai tanaman yang dilindungi.

Baca juga: Cara Mendapat Sunrise Terbaik di Penanjakan Bromo Tengger

Berdasarkan peraturan itu, John mengatakan bahwa desa wisata edelweis itu merupakan wisata konservasi karena membudidayakan tanaman yang dilindungi.

Selain itu, edelweis juga merupakan salah satu komoditas dalam pelaksanaan ritual masyarakat Suku Tengger. Kembang tana layu itu harus ada dalam sesaji ritual masyarakat yang mendiami area penyanggah kawasan TNBTS tersebut.

Baca juga: Petik Edelweis di Gunung Semeru, Pendaki Ini Dilarang Mendaki Seumur Hidup

Dengan begitu, masyarakat yang biasanya mengambil edelweis dari dalam kawasan hutan, bisa mengambil bunga itu dari hasil budidayanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gunung di Chiang Mai Thailand yang Wajib Dikunjungi

6 Gunung di Chiang Mai Thailand yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Dua Halte Bus Wisata Gratis Dibangun di Madiun

Dua Halte Bus Wisata Gratis Dibangun di Madiun

Travel Update
Kain Tenun Gringsing Bali Bakal Jadi Suvenir KTT G20

Kain Tenun Gringsing Bali Bakal Jadi Suvenir KTT G20

Travel Update
Bali Bukan Satu-satunya Surga Wisata Indonesia, Jelajahi Juga 5 Surga Destinasi Super Prioritas Ini

Bali Bukan Satu-satunya Surga Wisata Indonesia, Jelajahi Juga 5 Surga Destinasi Super Prioritas Ini

Travel Promo
Melihat Kerajinan Tas Aceh Bertahan di tahun Kedua Pandemi Covid-19

Melihat Kerajinan Tas Aceh Bertahan di tahun Kedua Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Atraksi Menarik di TMII, Anjungan Daerah sampai Taman Indah

5 Atraksi Menarik di TMII, Anjungan Daerah sampai Taman Indah

Jalan Jalan
Pandemi Covid, Perajin Bakpia Jogja Buat Berbagai Varian Rasa Baru

Pandemi Covid, Perajin Bakpia Jogja Buat Berbagai Varian Rasa Baru

Travel Update
Kawah Sikidang 2021, Jembatan Kayu Instagramable sampai Keluhan Wisatawan

Kawah Sikidang 2021, Jembatan Kayu Instagramable sampai Keluhan Wisatawan

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Kawah Sikidang Dieng Tahun 2021, Gratis ke Candi Arjuna

Harga Tiket Masuk Kawah Sikidang Dieng Tahun 2021, Gratis ke Candi Arjuna

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Arjuna Dieng Tahun 2021, Satu Tiket untuk Dua Tempat Wisata

Harga Tiket Masuk Candi Arjuna Dieng Tahun 2021, Satu Tiket untuk Dua Tempat Wisata

Travel Update
Ancol Buka untuk Uji Coba, 7 Wahana Berikut Bisa Dicoba

Ancol Buka untuk Uji Coba, 7 Wahana Berikut Bisa Dicoba

Jalan Jalan
Pacu Adrenalin, Tamu Harus Terjun Payung untuk Check-In di Hotel Ini

Pacu Adrenalin, Tamu Harus Terjun Payung untuk Check-In di Hotel Ini

Jalan Jalan
Wisata Malam Bangkok, 6 Lokasi Terbaik Nikmati Malam Kota Bangkok

Wisata Malam Bangkok, 6 Lokasi Terbaik Nikmati Malam Kota Bangkok

Jalan Jalan
Penginapan di Dieng Tawarkan Promo Work From Dieng, Harga Mulai Rp 50.000

Penginapan di Dieng Tawarkan Promo Work From Dieng, Harga Mulai Rp 50.000

Travel Promo
Bali Bakal Buka untuk Turis Asing pada Oktober 2021?

Bali Bakal Buka untuk Turis Asing pada Oktober 2021?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.