Wings Air Layani Penerbangan Maumere-Lombok-Labuan Bajo-Makassar - Kompas.com

Wings Air Layani Penerbangan Maumere-Lombok-Labuan Bajo-Makassar

Kompas.com - 07/12/2018, 14:31 WIB
Pesawat ATR72 Wings Air.ATR Aircraft Pesawat ATR72 Wings Air.

KUPANG, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Wings Air (Lion Air Group) mulai melayani rute penerbangan antarkota mulai dari Maumere, Labuan Bajo, Lombok dan Makassar dengan frekuensi terbang sekali dalam sehari.

"Rute penerbangan baru tersebut mulai kami buka pada tanggal 5 Desember 2018," kata Direktur Operasional Wings Air, Kapten Redi Irawan di Kupang, Jumat (7/12/2018).

Ia mengatakan rute penerbangan ini dilayani pesawat Wings Air jenis turboprop ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 penumpang dalam kelas ekonomi.

Baca juga: Ayana Komodo Resort, dari Flores Menyapa Turis Dunia

Ia menjelaskan jadwal layanan penerbangan ini mulai pukul 06.00 Wita dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan menuju Bandara Frans Seda Maumere di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya, dari Bandara Frans Seda di Maumere pukul 07.45 Wita menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo, dan seterusnya menuju Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok pada pukul 09.00 Wita.

Pemenang Pegipegi Yuk! Jelajah Indonesiamu saat mengunjungi sarang komodo, di Taman Nasional Komodo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (30/11/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Pemenang Pegipegi Yuk! Jelajah Indonesiamu saat mengunjungi sarang komodo, di Taman Nasional Komodo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (30/11/2018).
Untuk penerbangan sebaliknya, Wings Air berangkat dari Lombok menuju Labuan Bajo pada pukul 13.55 Wita, dan seterusnya ke Maumere pukul 15.30 Wita dan selanjutnya ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 16.45 Wita.

"Rute-rute baru ini mempunyai keunggulan bagi travelers dan pebisnis yang transit terlebih dahulu untuk menghabiskan waktu liburan atau bisnis di kota-kota tersebut," katanya.

Baca juga: Sampai di Labuan Bajo, Ini Agenda Pegi-pegi Yuk! Jelajahi Indonesiamu

Menurut Redi, hadirnya layanan penerbangan yang menghubungkan empat kota di tiga provinsi ini sebagai bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam pemerataan ekonomi dan pengembangan destinasi pariwisata.

Terutama untuk dua destinasi wisata yang menjadi prioritas atau bagian dari 10 Bali Baru seperti wisata Mandalika di Lombok dan Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat, Flores.

Sejumlah wisatawan berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10/2017).  ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Sejumlah wisatawan berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10/2017).
Redi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya menghubungkan wilayah setingkat kabupaten/kota termasuk di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

"Harapan kami, interkonektivitas antar-wilayah ini memberikan nilai tambah bagi para wisatawan maupun pebisnis dalam berwisata," kata Redi Irawan.



Close Ads X