Bantul Pindahkan Pesta Kembang Api dari Pantai ke Goa

Kompas.com - 29/12/2018, 15:01 WIB
Wisatawan mengunjungi obyek wisata gumuk pasir Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (23/8/2015). Sebagian wisatawan memanfaatkan gumuk pasir untuk melakukan permainan sandboarding.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Wisatawan mengunjungi obyek wisata gumuk pasir Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (23/8/2015). Sebagian wisatawan memanfaatkan gumuk pasir untuk melakukan permainan sandboarding.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pasca-tsunami Banten, Jawa Barat, dan Lampung, Sabtu (22/12/2018), sejumlah acara malam pergantian tahun di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, dipindahkan.

Meski ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan, namun Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul optimis target tercapai.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan, sesuai rekomendasi BMKG terkait imbauan gelombang pasang di pesisir selatan, sejumlah atraksi wisata malam pergantian tahun seperti pentas musik dan pesta kembang api yang rencananya digelar di Pantai Parangkusumo, dipindahkan di sekitar Goa Selarong.

"(Pentas akhir tahun) dipindah (dari Pantai Parangkusumo) ke Goa Selarong. Itu karena pertimbangan kami terkait imbauan dari BMKG. Selain itu, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat perayaan malam pergantian tahun di pantai juga," katanya saat dihubungi Jumat (28/12/2018).

Baca juga: Tiga Strategi Kemenpar Pulihkan Pariwisata Pasca-tsunami Selat Sunda

Meski dipindah, menurut Heru, pihaknya tetap yakin kawasan pantai selatan tetap akan dikunjungi wisatawan untuk menikmati malam pergantan tahun.

Puluhan Warga Gelar Labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Kamis (25/10/2018)Kompas.com/Markus Yuwono Puluhan Warga Gelar Labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Kamis (25/10/2018)
"Pemilihan Goa Selarong untuk lokasi pesta kembang api karena di sana (Goa Selarong) aman, lokasinya kawasan perbukitan dan terbilang luas sehingga bisa menampung banyak orang," ucapnya.

Baca juga: Liburan ke Bantul, Jangan Lewatkan Kesegaran Alami di Air Terjun Lepo

Menurut dia, dampak tsunami Banten dan Lampung belum bisa disimpulkan terkait penurunan wisatawan ke Bantul. "Akhir-akhir ini ada penurunan kunjungan wisatawan ke pantai. Tapi target kita (pendapatan dari sektor wisata) sudah tercapai, bahkan naik sekitar Rp 2 miliar," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada kunjungan wisatawan saat libur Natal tidak cukup signifikan dan baru akan signifikan ketika perayaan pergantian tahun. Jika memang tsunami di Selat Sunda berdampak di obyek wisata maka akan terlihat saat perayaan malam pergantian tahun.

"Dari dulu saat libur Natal memang tidak ada lonjakan wisatawan dan puncak kunjungan wisatawan ke pantai khususnya Pantai Parangtritis pada hari Minggu, 23 Desember 2018 dengan jumlah pengunjung mencapai 28.000 orang," kata Kwintarto Heru Prabowo.

Baca juga: Ini Hutan Pinus Bantul yang Disebut Presiden Jokowi Instagramable

Target pendapatan sektor pariwisata Dispar Bantul tahun ini sebesar Rp 26,3 miliar. Namun saat ini sudah tercapai Rp 28,2 miliar.

Wisatawan menikmati matahari tenggelam dari Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (23/8/2015). Untuk masuk ke area Gumuk Pasir Parangkusumo, wisatawan tidak dikenakan biaya.KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Wisatawan menikmati matahari tenggelam dari Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (23/8/2015). Untuk masuk ke area Gumuk Pasir Parangkusumo, wisatawan tidak dikenakan biaya.
Komandan SAR Pantai Parangtritis Ali Joko Sutanto mengakui jumlah pengunjung Pantai Parangtritis pasca-tsunami Banten mengalami penurunan. Meski demikian, pihaknya yakin malam pergantian tahun akan dipadati wisatawan.

"Pengunjung memang turun, tapi jelang malam pergantian tahun diperkirakan tetap naik karena Parangtritis itu salah satu tempat favorit wisatawan untuk merayakan tahun baru," katanya.




Close Ads X