7 Hal Tak Boleh Dilakukan saat Makan dengan Sumpit - Kompas.com

7 Hal Tak Boleh Dilakukan saat Makan dengan Sumpit

Kompas.com - 14/01/2019, 20:06 WIB
Tata meja untuk jamuan boga ChinaThinkstock Tata meja untuk jamuan boga China

JAKARTA, KOMPAS.com - Bicara hidangan Tionghoa tentu sulit dilepaskan dengan sumpit. Alat makan yang satu ini hampir selalu tersedia di gerai dan restoran yang menyajikan hidangan Tionghoa.

Pemakaian sumpit di Indonesia mungkin tak selazim sendok dan garpu. Meski begitu, pastikan Anda  memperlakukan sumpit dengan baik dan benar, terlebih ketika berkunjung ke restoran China atau dijamu orang-orang keturunan Tionghoa.

Berikut KompasTravel merangkum beberapa hal yang perlu Anda hindari ketika makan menggunakan sumpit:

1. Membunyikan sumpit

Kadang, pengalaman memakai sumpit terasa unik karena tergolong sebagai kesempatan yang jarang. Apalagi, beberapa restoran punya desain sumpit yang memikat berbahan melamin sampai logam.

Namun, jangan pernah membuat bunyi-bunyian seunik apapun sumpit yang Anda pakai, seperti memperlakukannya sebagai stik drum serta mengadunya dengan gelas atau mangkuk.

Dikutip dari China Today, beberapa kalangan Tionghoa menganggap, membunyi-bunyikan sumpit merupakan perbuatan para pengemis untuk mencari perhatian.

2. Menusuk potongan makanan

Hal ini kerapkali berkaitan dengan kurang piawainya seseorang memegang sumpit. Jika Anda memegangnya dengan benar, Anda dapat mencapit aneka jenis makanan, seperti kacang yang berukuran kecil sampai timun laut yang licin.

Mintalah bantuan jika Anda kesulitan mencapit makanan. Jika sungkan, mintalah garpu dan sendok pada pelayan restoran.

3. Menancap sumpit secara vertikal di mangkuk nasi

Menancap sumpit ke mangkuk nasi menjadi tabu lantaran dinilai serupa dengan penancapan hio pada ritual sembahyang arwah dalam tradisi Asia Timur, termasuk Jepang dan Korea.

Apabila Anda sedang tidak menggunakannya, letakkan sumpit di tatakan khususnya (bila ada) atau di samping mangkuk/piring makan Anda.

Selain itu, di beberapa restoran, Anda dianggap telah selesai bersantap jika menaruh sumpit di atas mangkuk/piring makan.

Ilustrasi hio atau dupa yang digunakan dalam ritual sembahyang Tionghoa.SHUTTERSTOCK Ilustrasi hio atau dupa yang digunakan dalam ritual sembahyang Tionghoa.
4. Mengisap dan menjilat sumpit

Bumbu dan saus yang nikmat akan melumuri sumpit yang Anda pakai. Walaupun menggoda, hindari menjilatnya biarpun Anda telah selesai makan.

Perbuatan demikian akan dipandang miring dan tidak sopan, lebih-lebih pada jamuan makan yang formal.

5. Menuding atau melambai dengan sumpit di tangan

Sebagaimana garpu dan sendok, sumpit merupakan alat makan yang hanya digunakan untuk bersantap.

Jangan sampai keasyikan memegang sumpit sambil menunjuk lawan bicara atau menuding menu menggunakan ujung sumpit. Apabila hendak memanggil pelayan, pastikan Anda telah lebih dulu meletakkan sumpit.

6. Menyuapi orang lain

Lain halnya dengan sendok, Anda tidak diperkenankan menyuapi rekan semeja dengan sumpit. Pengecualian mungkin berlaku hanya untuk orang tua yang anaknya berusia balita dan belum sanggup menggunakan sumpit.

Kalau ingin berbagi, letakkanlah makanan di piring rekan semeja. Biarkan si rekan mengambil dan melahapnya sendiri.

7. Mencari potongan tertentu di piring lauk bersama

Pertama, Anda harus menggunakan sumpit bersama untuk mengambil lauk di piring bersama. Andai tidak ada, gunakanlah bagian pangkal sumpit Anda (ujung sebaliknya) untuk mengambilnya.

Kedua, mengubek-ubek lauk bersama demi mencari potongan makanan yang Anda suka bakal membuat Anda dianggap tamak dan pemilih. Ambillah bagian yang mudah dijangkau.



Close Ads X