Meneguk Pagi di Puncak Kelimutu

Kompas.com - 21/01/2019, 07:10 WIB
Rombongan menaiki tangga menuju ke puncak Tugu Danau Kelimutu, di Desa Moni, Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT, Kamis (25/5/2017). Saat tiba di puncak, kabut tebal menyelimuti tiga kawah Danau Kelimutu sehingga wisatawan tak sempat melihat keunikan dan keajaiban warna air di Danau Kelimutu. KOMPAS.COM/MARKUS MAKURRombongan menaiki tangga menuju ke puncak Tugu Danau Kelimutu, di Desa Moni, Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT, Kamis (25/5/2017). Saat tiba di puncak, kabut tebal menyelimuti tiga kawah Danau Kelimutu sehingga wisatawan tak sempat melihat keunikan dan keajaiban warna air di Danau Kelimutu.

Dari atas puncak berketinggian sekitar 5.337 kaki ini, ketiga danau tampak lebih luas dan jelas. Beberapa pengunjung ramai di sekitar tugu puncak. Mulai dari wisatawan domestik hingga mancanegara. Mereka berfoto-foto, bercerita lepas ataupun sekadar duduk-duduk beristirahat melepas lelah.

Saya melihat tiga orang ibu duduk menjajakan dagangannya. Saya menghampiri mama Koltide dan memesan segelas kopi.

Kata beliau, kopi itu adalah kopi asli Kelimutu. Harganya Rp 10.000. Tentu ini harus dimaklumi, sebab mama Koltide dan teman-temannya harus berjalan kaki empat kilometer setiap hari dari rumah mereka agar bisa mengais rezeki di sini.

Mama Koltide bersama ketiga puluh satu pedagang lainnya yang beroperasi di Taman Nasional Kelimutu merupakan masyarakat asli desa Pome Kelimutu. Juga bapak Markus dan rekan-rekan pemandu wisata lainnya. Mereka semua berada dalam kendali balai Taman Nasional Kelimutu.

Saya menyeruput kopi sambil merasakan suasana alam yang begitu memanjakan mata. Kabut kecil mengarak naik. Meliuk-liuk di sisi danau. Sepasang kekasih berpelukan sambil wefie bersama. Seorang turis asing membidikkan kameranya ke arah Tiwu Ata Polo.

Dari bawah, rombongan anak-anak sekolah kelihatan penuh semangat menyusuri anak tangga. Hari rupanya beranjak siang. Saya pun memutuskan untuk pulang dan melanjutkan perjalanan ke Maumere, Kabupaten Sikka.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X