Kompas.com - 26/01/2019, 08:15 WIB
Goa alam Empo Sanga, Desa Wontong, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Rabu (23/1/2019) sangat unik dengan stalaktit dan stalakmitnya. KOMPAS.com/MARKUS MAKURGoa alam Empo Sanga, Desa Wontong, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Rabu (23/1/2019) sangat unik dengan stalaktit dan stalakmitnya.

REGO, KOMPAS.com — Keberadaan Bukit Empo Sanga di Desa Wontong, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum dikenal luas.

Empo Sanga terdiri dua kata yakni: Empo dan Sanga. Empo artinya burung elang raksasa yang dianggap sakral serta memiliki kekuatan yang sakral. Sanga dalam bahasa Manggarai yang artinya menerkam lalu mengangkat mangsa untuk dimakan (burung) dan dibawa lari ke tempat-tempat yang paling tinggi, baik perbukitan maupun pohon tinggi.

Buktinya ada tempat khusus di bukit itu sebagai tempat burung elang memakan mangsanya dan di bagian bawahnya terdapat banyak tulang binatang bekas makanan burung elang raksasa itu.

Baca juga: Tak Hanya Bandung, Jogja Juga Punya Goa Jepang

Dengan demikian bukit itu dinamakan Bukit Empo Sanga serta dua goa di sekitarnya disebut Goa Bukit Empo Sanga. Ada satu goa lagi di kaki bukit itu namanya Goa Wae Bombang yang memiliki sejarah yang berhubungan satu sama Lain.

Mata air Wae Bombang berada di dalam lubang dan penduduk nenimbanya di bawah lubang seperti sumur alam. Di sekitarnya ada Danau Sano Ndoeng. Budaya juga sangat asli ada rumah gendang kampung pongkal, Kampung Wontong, Kampung Lewat dan Kampung Baru.

Baca juga: Jelajah Goa Jepang yang Tersembunyi di Lereng Selatan Merapi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Compang atau batu megalith juga sangat unik dari kampung lain karena di atas compang terdapat sebuah batu yg bergambarkan peta wilayah kedaluan Wontong serta sumber air minum adat yang tampak sakral (sumur) bernama gergente sebagai wae takung bagi gendang wontong dan gendang pongkal atau ngalo. Sanggar budaya sudah terbentuk dengan nama: Sanggar Budaya Empo Sanga.

Selain itu arti lain dari Empo Sanga dalam bahasa Manggarai adalah, Empo itu menyebut nama leluhur orang Manggarai Raya dan Sanga itu sebuah bukit berbentuk tanduk kerbau.

Demikian dijelaskan Ketua Pelaksana Harian Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Cabang Manggarai Barat, Donatur Matur kepada Kompas.com, Kamis (24/1/2019).

Belum lama ini, lanjut Matur, pihaknya melakukan survei obyek-obyek wisata baru di kawasan utara Kabupaten Manggarai Barat yang terdapat di Kecamatan Macang Pacar, Kecamatan Pacar, Kecamatan Kuwus dan Kuwus Barat serta Kecamatan Ndoso. Ada begitu banyak obyek wisata yang masih tersembunyi di kawasan ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Travel Update
PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

Travel Update
Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Travel Update
Menparekraf Sandiaga Ajak Pemimpin ASEAN Kerja Sama dalam Menyambut Turis Asing

Menparekraf Sandiaga Ajak Pemimpin ASEAN Kerja Sama dalam Menyambut Turis Asing

Travel Update
Baju Adat Gorontalo, Pakaian Menparekraf Sandiaga saat Penyerahan Bantuan Kemenparekraf

Baju Adat Gorontalo, Pakaian Menparekraf Sandiaga saat Penyerahan Bantuan Kemenparekraf

Jalan Jalan
5 Oleh-oleh Kesenian Khas Bandung, Wayang Golek hingga Angklung

5 Oleh-oleh Kesenian Khas Bandung, Wayang Golek hingga Angklung

Jalan Jalan
Mal Taman Anggrek Pecahkan Rekor Muri, Layani Vaksinasi Covid-19 dengan Peserta Terbanyak

Mal Taman Anggrek Pecahkan Rekor Muri, Layani Vaksinasi Covid-19 dengan Peserta Terbanyak

Travel Update
Jadi Salah Satu Surga Destinasi #DiIndonesiaAja, Berikut 5 Hal yang Dirindukan Wisatawan Saat Traveling ke Bali

Jadi Salah Satu Surga Destinasi #DiIndonesiaAja, Berikut 5 Hal yang Dirindukan Wisatawan Saat Traveling ke Bali

BrandzView
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Gorontalo, Wisata ke Benteng Otanaha

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Gorontalo, Wisata ke Benteng Otanaha

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.