Menjelajahi Lembah Sawu di Bawah Kaki Gunung Api Ebulobo di Flores (2)

Kompas.com - 16/03/2019, 21:36 WIB
Kawasan Lembah Sawu di bawah kaki gunung api Ebulobo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Kamis (28/2/2019). Kawasan ini sebagai pos untuk trekking ke puncak gunung api Ebulobo.KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Kawasan Lembah Sawu di bawah kaki gunung api Ebulobo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Kamis (28/2/2019). Kawasan ini sebagai pos untuk trekking ke puncak gunung api Ebulobo.

MAUPONGGO, KOMPAS.com — Tawaran dari Panitia Festival Pantai Enagera sangat menantang untuk menjelajahi destinasi baru dalam liputan tentang keunikan dan keindahan kawasan di Pantai Selatan, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Selama ini hanya mendengar Mauponggo serta penasaran untuk menelusuri ada apa di balik nama Maupongo. Lima tahun lalu, menjelajahi Kampung pusat tradisi Sepa Api di Kampung Pautola, Keo Tengah, lanjut ke pusat musik Ndoto di Kampung Wajo.

Selanjutnya menjelajahi pantai pasir putih di tengah laut di Rii Taa, Kampung Adat Tutubadha, kampung adat Boawae dan batu berbentuk katak, frog stone. Selain itu, Pantai Kota Jogho, gua jepang yang berada di bagian utara dari Kabupaten Nagekeo.

Tawaran kali ini tak di sia-siakan lagi. Senin (25/2/2019), saya mulai melakukan perjalanan wisata dengan bus umum Harapan Tontang, Rute Ruteng-Mauponggo.

Baca juga: Legenda Pantai Enagera di Kaki Gunung Api Ebulobo Flores (1)

Tak asing bagi saya bahwa perjalanan lewat jalan Transflores ke arah Timur dari Waelengga, ibu kota Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur melewati jalan raya yang berliku-liku seperti seekor ular dari arah Aimere, ibu kota Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada menuju ke pertigaan Watujaji.

Setiba di pertigaan Watujaji, kendaraan umum biasa berhenti sejenak untuk menurunkan penumpang yang menuju ke Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada dan dan ke kampung-kampung lain di wilayah kabupaten tersebut. Juga menunggu penumpang lain yang melakukan perjalanan menuju ke arah Timur Pulau Flores.

Baca juga: Sehari Tanpa Piring Pabrik di Nagekeo Flores...

Sekitar pukul 14.30 Wita, bus Harapan Tontang yang dikemudikan oleh Om Ton menghidupkan mesin kendaraan dan mulai menelusuri jalan Transflores ke arah Timur.

Matahari terbenam di langit Pantai Selatan di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, Selasa (26/2/2019). Ini salah satu spot destinasi di Pantai Enagera di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo yang membutuhkan promosi yang luas.KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Matahari terbenam di langit Pantai Selatan di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, Selasa (26/2/2019). Ini salah satu spot destinasi di Pantai Enagera di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo yang membutuhkan promosi yang luas.
Di sisi kanan jalan Transflores, mata kita memandang puncak Gunung Inerie yang megah dan elok. Gunung api Inerie merupakan salah satu spot destinasi wisata trekking yang selalu dikunjungi oleh para pendaki gunung dan wisatawan asing dan Nusantara yang berwisata di Kabupaten Ngada.

Sebaiknya apabila kita melakukan perjalanan darat dari arah barat ke timur maupun sebaliknya jangan tidur.

Baca juga: Wadah Wati dan Gelas Bambu di Nagekeo Mengurangi Pemakaian Plastik

Apabila kita tertidur lelap di kendaraan pribadi dan kendaraan umum yang kita tumpangi maka kita tidak bisa menyaksikan keindahan alam, bukit-bukit yang sangat eksotis di wilayah Pulau Flores.

Saat kita memasuki kawasan Gako, Kecamatan Boawae kita melihat kemegahan puncak gunung api Ebulobo. Bekas puncak gunung api yang pernah meletus ratusan tahun lalu.

Selain itu kita bisa melihat gedung Gereja Katolik Santo Fransiskus Gako yang sesuai dengan arsitektur rumah adat masyarakat setempat. Bekas lahar gunung api Ebulobo terlihat indah saat tidak berkabut. Namun, apabila di tutupi kabut maka kita tak bisa melihat puncak Gunung api Ebulobo.

Pertigaan Gako, Boawae, Pintu Masuk ke Lembah Sawu Mauponggo

Setiba di pertigaan Gako, Kecamatan Boawae sebagai pintu masuk ke kawasan lembah Sawu di Kecamatan Mauponggo. Laju bus yang membawa sejumlah penumpang menuju ke kampung-kampung di Kecamatan Mauponggo berjalan mulus karena jalan raya sudah berhotmix.

Kita merasakan suasana yang berbeda saat memasuki kawasan Mauponggo. Kiri kanan jalan dipadati dengan berbagai tanaman yang menghasilkan uang seperti ribuan pohon pisang, pohon rambutan, kayu-kayu untuk bangun rumah, pohon durian, pohon jambu air dan lain sebagainya.

Matahari terbenam di langit Pantai Selatan di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, Selasa (26/2/2019). Ini salah satu spot destinasi di Pantai Enagera di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo yang membutuhkan promosi yang luas. KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Matahari terbenam di langit Pantai Selatan di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, Selasa (26/2/2019). Ini salah satu spot destinasi di Pantai Enagera di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo yang membutuhkan promosi yang luas.
Saya benar-benar tersentak bahwa bulan Februari ini saya disuguhkan dengan harumnya buah durian yang memenuhi kiri kanan jalan. Bahkan warga setempat menjual durian di depan rumah. Setiap tahun saat bulan Februari-Maret, kawasan Mauponggo disuguhkan dengan harumnya buah durian.

Bagi peminat dan penyuka buah durian pasti menghentikan kendaraan untuk membeli buah durian. Merasakan buah durian Mauponggo.

Saya menginap di Pastoran Joann Baptista Wolosambi yang disediakan Panitia Festival Pantai Enagera pertama di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

Menginap di Pastoran Joann Baptista-Bukit Wolosambi

Tempat penginapan sangat strategis untuk melihat ke berbagai arah di Kecamatan Mauponggo adalah Pastoran Joann Baptista Wolosambi.

Wolo dalam bahasa Keo berarti "bukit", sedangkan sambi berarti nama pohon sambi. Jadi dikisahkan bahwa bukit itu penuh dengan pohon sambi. Selanjutnya imam misionaris dari Belanda memilih bukit itu menjadi pusat Paroki di Kecamatan Mauponggo beberapa tahun silam.

Sebuah Gereja Katolik sangat megah di Bukit Sambi itu, Wolosambi yang dibangun misionaris Belanda.

Senin sore itu, saya sudah ditunggu Ketua Umum Pemuda Mauponggo Event Organizer, Lodofikus Raga Muja serta staf Pemuda dan Olahraga di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nagekeo, Yohanes Lado bersama Pastor Paroki Joann Baptista Wolosambi, Romo Rudolf Alfonsus Eka serta pastor rekaannya yang bertugas di paroki tersebut.

Gunung Api Ebulobo sebagai salah satu spot destinasi di Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, Kamis (28/2/2019) belum dipromosikan sebagai destinasi trekking ke puncak gunung berapi tersebut. KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Gunung Api Ebulobo sebagai salah satu spot destinasi di Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, Kamis (28/2/2019) belum dipromosikan sebagai destinasi trekking ke puncak gunung berapi tersebut.
Sebagaimana budaya orang Flores, tamu yang baru datang bersalaman dengan penuh hangat dan berbincang-bincang saling memperkenalkan diri. Tak lama sesudah itu disuguhkan minuman kopi khas Mauponggo.

Pastoran Joann Baptista Wolosambi berada di salah bukit di Kecamatan Mauponggo. Bagi seorang fotographer amatir dan profesional, bukit ini sangat cocok untuk berburu senja dan sunrise di berbagai arah. Bahkan, tempat yang sangat bagus untuk mengabadikan puncak api Ebulobo.

Selain itu, dari Wolosambi bisa melihat kampung-kampung adat di Lembah Sawu. Hamparan persawahan serta pohon-pohon durian yang penuh dengan buahnya menjadi incaran dari photographer dan jurnalis atau pencinta alam.

Selesai minuman kopi khas Mauponggo, saya diajak Yohanes Lado untuk memotret lembah Sawu, hamparan dan puncak Gunung api Ebulobo serta kawasan Pantai Enagera. Selanjutnya saya mengambil kamera di dalam tas dan mulai memotret. Benar-benar menakjubkan sejauh mata memandang.

Yohanes Lado menanyakan apakah sudah pernah datang di Kecamatan Mauponggo sebelumnya. Saya langsung jawab bahwa saya pertama kali menjelajahi kawasan Lembah Sawu serta menikmati alam di kaki Gunung api Ebulobo.

Pastor Paroki Joann Baptista Wolosambi, Romo Rudolf Alfonsus Eka kepada Kompas.com, Senin (25/2/2019) menjelaskan, Pastoran Joaan Baptista Wolosambi sebagai tempat strategis untuk melihat pemandangan di Lembah Sawu. Setiap tahunnya musim panen buah durian pada Februari sampai Maret.

“Beberapa tahun lalu staf Kementerian Agama berkunjung di SMAK Wolosambi terkejut dengan buah durian yang sangat banyak di kawasan Kecamatan Mauponggo. Bahkan, Wolosambi sangat bagus untuk melihat pemandangan di berbagai arah di Lembah Sawu,” jelasnya.

Pantai Enagera di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo sangat eksotis saat matahari terbenam. Obyek wisata ini sedang gencar dipromosikan oleh pemuda Maupongo dengan memulai Festival Pantai Enagera-Maupongo-Nagekeo, Flores, NTT, Selasa (26/2/2019). KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Pantai Enagera di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo sangat eksotis saat matahari terbenam. Obyek wisata ini sedang gencar dipromosikan oleh pemuda Maupongo dengan memulai Festival Pantai Enagera-Maupongo-Nagekeo, Flores, NTT, Selasa (26/2/2019).
Usai berbincang-bincang dengan Romo Rudolf, Yohanes Lado mengajak saya untuk menuju ke Pantai Enagera, lokasi Festival Pantai Enagera I yang diselenggarakan Pemuda Mauponggo Event Organizer yang dipimpin Lodofikus Raga Muja bersama dengan rekan-rekan muda di Kecamatan Mauponggo.

Ketua Umum Pemuda Mauponggo Event Organizer, Lodofikus Raga Muja bersama dengan Ketua Pelaksana Festival Pantai Enagera pertama di sela-sela persiapan puncak pembukaan festival mengucapkan selamat datang di Pantai Enagera. Silakan mengeksplor Pantai Enagera. Kemudian, saya menuju ke Pantai Enagera untuk mengabadikan keunikan pasir dan bebatuan di pantai itu.

Tak lama kemudian, sejumlah anak-anak di kampung itu bermain-main di pasir di Pantai dan saya mengambil kesempatan itu untuk diabadikan. Bahkan, perlahan-lahan matahari mulai terbenam di ujung barat.

Sore itu lautnya teduh. Deburan ombak dari Laut Sawu memanjakan mata untuk terus memandangnya. Betapa indah dan uniknya karya Sang Pencipta semesta hingga sampai di Pantai Selatan dari Kabupaten Nagekeo

Festival Pantai Enagera Pertama di Kabupaten Nagekeo

Inisiatif Pemuda Mauponggo Event Organizer dengan menggelar Festival Pantai Enagera pertama bagi Kabupaten Nagekeo sejak kabupaten itu menjadi kabupaten otonom tersendiri.

Kabupaten Nagekeo sudah memasuki usia 13 tahun, namun, baru pertama menggelar Festival Pantai Enagera untuk mempromosikan obyek wisata yang berada di Pantai Selatan dari Kabupaten Nagekeo.

Pantai Enagera di Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT.KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Pantai Enagera di Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT.
Ketua Pelaksana Festival Pantai Enagera, Kecamatan Mauponggo, Dominikus Kuchu Dua kepada Kompas.com menjelaskan, para pemuda Mauponggo terlibat untuk mempromosikan potensi pariwisata yang belum tersentuh selama ini. Banyak obyek wisata yang dipromosikan dikembangkan di wilayah Pantai Selatan dari Kabupaten Nagekeo.

“Kami mengawali promosi pariwisata di wilayah Pantai Selatan dari Kabupaten Nagekeo dengan menggelar Festival Pantai Enagera dan selanjutnya akan menggelar event-event pariwisata berikutnya seperti mempromosikan trekking ke Puncak api Ebulobo melalui Lembah Sawu,” katanya. (Bersambung...)



Close Ads X